PERSISTENSI

Seorang sahabat berkomentar bahwa saya seorang yang persisten. Bertahun-tahun yang lalu saat saya bertanya pada sahabat yang lain, komentar yang sama juga saya dapatkan. Saya seorang yang keras kemauannya jika menginginkan sesuatu. Saya akan mengejarnya hingga dapat, bahkan kadang tanpa menghiraukan banyak hal di sekeliling.

Apakah itu buruk? Saat ini saya menyadari bahwa persistensi tanpa tuntunan, sungguh merupakan kesalahan. Keinginan yang menggebu-gebu tanpa bertanya padaNya, apakah ini yang Dia mau, betul-betul sebuah kerugian. Apalagi ditambah doa yang sedikit memaksa, agar Dia mengabulkannya. Hanya sebuah tanda matinya hati.

Bukan persistensinya yang salah sebenarnya, namun mengikuti apa yang dimau -ambisi, hasrat, angan-angan, dengan buta- saya yakini kemudian sebuah kerugian besar.

Tidak bertanya sejenak atau merenung, apakah ini yang terbaik, untuk lahir dan batin saya? Tidak sepenuhnya memohon padaNya dengan mengakui seluruh kelemahan, untuk dipilihkan, untuk dituntun. Mengandalkan diri sendiri berdasarkan akal pikiran ragawi, yang besok saja tidak tahu apa yang akan terjadi. Playing God, kalau istilah seorang teman.

Persisten penting sekali dalam menjalankan apa yang Dia inginkan. Jika sebuah urusan datang, dan tahu itu dariNya, kita wajib persisten menjalaninya. Apakah itu mudah? Gak sama sekali. Terlebih lagi kadang kala apa yang Dia mau, gak sejalan dengan apa yang kita mau. Betul-betul butuh pertolonganNya agar bisa persisten mengerjakannya.

Semoga saat ini sikap persisten dan kuat kemauan ini, tidak luntur, namun terarah dalam jalanNya. Dalam keinginanNya. Sehingga bisa jadi sebenar-benar hamba yang dikehendakiNya.

Amin…

Similar Posts

  • | |

    Memaafkan Diri Sendiri

    Beberapa hari ini saya menyelesaikan serial baru di Netflix yang sedang booming: Gadis Kretek. Terlepas dari kontroversi tentang serial ini, saya mendapatkan beberapa pelajaran terkait perjalanan hidup manusia, yang menjadi ketertarikan saya belakangan ini. Series ini mengisahkan tentang kisah cinta Soeraja dan Dasiyah, yang dilatarbelakangi tragedi 65 dan juga perkembangan industri kretek di tanah air….

  • PADA SEBUAH PEMAKAMAN

    Selasa, 25 November 2008, menjelang pukul 4 sore. Langit cerah dan cuaca panas perlahan berubah menjadi mendung saat aku hadir di pemakaman itu. Perlahan-lahan sosok kaku berbalut kafan diturunkan menuju tempat peristirahatannya yang terakhir. Isak tangis perlahan, suasana haru dan sunyi menyelimuti pemakaman. Suara azan dilafazkan dan doa-doa dipanjatkan memohon keridhaan Sang Pencipta untuk menerima…

  • POLIGAMI

    Why I marry him?Pertanyaan ini datang bertubi-tubi saat saya memutuskan untuk bersedia menikah dengannya. Trust me, itu bukan keputusan mudah. Butuh waktu bermalam-malam, penuh keraguan, kebingungan, kekhawatiran sebelum mengatakan ‘i do’. Bukan ‘iya’ yang ajeg, tapi penuh kegalauan yg sewaktu-waktu bisa berubah di detik terakhir. Segalau itu? Iya segalau itu. Apakah saya tidak mencintainya? Saya…

  • | | |

    BELAJAR LEWAT MENDENGARKAN

    Saya telah beberapa kali menulis tentang mendengar aktif dan manfaatnya—baik dalam interaksi sehari-hari maupun di dunia sales dan bisnis. Kita sudah memahami bahwa mendengar aktif memberi dampak positif bagi orang lain. Ia bisa sangat membantu mereka yang sedang dalam kesulitan. Dalam konteks bisnis, mendengar aktif membantu klien lebih memahami kebutuhannya, yang pada akhirnya juga berdampak…

  • Refleksi Awal Tahun: Kemana Hidup Dibawa Tahun Ini?

    Apa resolusimu tahun ini? Pertanyaan ini terdengar familiar ya di setiap pergantian tahun. Apa targetmu tahun ini? Impianmu? Dan pertanyaan sejenis lainnya. Beberapa waktu lalu saya menonton sebuah video singkat dari seorang influencer yang juga seorang dokter. Beliau kurang setuju dengan istilah resolusi awal tahun, dan lebih menyarankan menetapkan prinsip atau panduan dalam menjalani tahun….

  • MEMBACA PETUNJUK

    Pernahkah memohon padaNya utk memilihkan apa yang terbaik untukmu? Seringkali hati sedemikian gelapnya, sehingga tidak tahu jalan mana yang harus ditempuh. Bahkan mgkn seringkali lupa memohon petunjukNya dulu, dalam hal apapun. Seorang mukmin, org yang bertaqwa, hidupnya sangatlah tertuntun. Apa yg dilakukannya, selalu dalam koridor petunjuk Allah Ta’ala. Bahkan utk keputusan sekecil apapun, mau kemana…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *