PERSISTENSI

Seorang sahabat berkomentar bahwa saya seorang yang persisten. Bertahun-tahun yang lalu saat saya bertanya pada sahabat yang lain, komentar yang sama juga saya dapatkan. Saya seorang yang keras kemauannya jika menginginkan sesuatu. Saya akan mengejarnya hingga dapat, bahkan kadang tanpa menghiraukan banyak hal di sekeliling.

Apakah itu buruk? Saat ini saya menyadari bahwa persistensi tanpa tuntunan, sungguh merupakan kesalahan. Keinginan yang menggebu-gebu tanpa bertanya padaNya, apakah ini yang Dia mau, betul-betul sebuah kerugian. Apalagi ditambah doa yang sedikit memaksa, agar Dia mengabulkannya. Hanya sebuah tanda matinya hati.

Bukan persistensinya yang salah sebenarnya, namun mengikuti apa yang dimau -ambisi, hasrat, angan-angan, dengan buta- saya yakini kemudian sebuah kerugian besar.

Tidak bertanya sejenak atau merenung, apakah ini yang terbaik, untuk lahir dan batin saya? Tidak sepenuhnya memohon padaNya dengan mengakui seluruh kelemahan, untuk dipilihkan, untuk dituntun. Mengandalkan diri sendiri berdasarkan akal pikiran ragawi, yang besok saja tidak tahu apa yang akan terjadi. Playing God, kalau istilah seorang teman.

Persisten penting sekali dalam menjalankan apa yang Dia inginkan. Jika sebuah urusan datang, dan tahu itu dariNya, kita wajib persisten menjalaninya. Apakah itu mudah? Gak sama sekali. Terlebih lagi kadang kala apa yang Dia mau, gak sejalan dengan apa yang kita mau. Betul-betul butuh pertolonganNya agar bisa persisten mengerjakannya.

Semoga saat ini sikap persisten dan kuat kemauan ini, tidak luntur, namun terarah dalam jalanNya. Dalam keinginanNya. Sehingga bisa jadi sebenar-benar hamba yang dikehendakiNya.

Amin…

Similar Posts

  • |

    Cerita tentang Gym

    Dulu nge-gym itu konotasinya gak terlalu baik di kepala saya. ‘Ngapain sih nge-gym, nanti jadi sokot’ (sokot’=berotot, bahasa Bengkulu), begitu saya berpikir kalau lihat yang nge-gym. Sampai kemudian saya dihadapkan pada kenyataan, meskipun sudah olahraga teratur, otot badan saya cenderung masih lemah, terutama daerah kaki. Saya masih suka lelah jika berjalan jauh, masih gampang sakit…

  • | |

    SLOW LIVING

    H+13, dua minggu kurang sehari sudah belajar hidup dengan gerak terbatas. Alhamdulillah sudah bisa sesekali keluar rumah, either ke tempat kerja, RS atau ya keluar sejenak melihat dunia. Kaki masih sedikit bengkak, tapi sejauh ini mulai enak dibawa jalan, meskipun belum bisa lama dan jauh. Gimana rasanya hidup dengan gerak dan ruang terbatas selama nyaris…

  • | | | |

    PEMBATASAN

    Dulu saya orang yang keras kemauan. Jika ingin sesuatu sebisa mungkin saya berusaha mendapatkannya. Buat saya kala itu, kita bisa kalau kita mau. Selagi halal, lakukan apapun itu. Saat itu saya jarang berpikir apakah Allah suka akan hal ini, apakah itu baik untuk aspek batin saya, atau tidak. Waktu berlalu, sejalan dengan usia, hal-hal yang…

  • | | |

    REMINDER

    Segala sesuatu yang menjadi hak kita, akan sampai pada kita, entah bagaimanapun caranya. Hak-hak kita yang ditahan, akan tergantikan dalam bentuk lain. Dalam bentuk yang mungkin malah lebih baik. Belakangan ini saya sedang mendapatkan insight tentang ini. Beberapa penggantian yang Allah berikan, sebagai ganti dari hak yang belum tertunaikan. Begitu juga kedzaliman yang kita alami,…

  • SITA 2023

    Alhamdulillah dikasih Allah kesempatan memandu salah satu acara besar yang selalu saya tunggu-tunggu: Silaturahmi Tahunan (SITA) Thariqah Qudusiyah-Perkumpulan Islam Paramartha. Biasanya hanya menikmati sajiannya dari layar kaca (sejak pandemi) atau hadir ke acara di hari H, sebagai tamu saja. Menikmati hidangan lahir batin-nya. Meskipun sering berbicara di depan publik, menjadi MC di acara ini buat…

  • TENTANG THARIQAH

    Dahulu kala, saya bukan org yg memandang tasawuf atau thariqah dengan pandangan positif, krn buruknya informasi ttg thariqah dijejalkan di kepala saya. Hampir sebagian besar menganggap thariqah itu sesat, tidak sesuai dgn ajaran islam, tanpa benar2 pernah mencoba mempelajarinya. Harus diakui, ada thariqah yang melenceng, tdk menjalankan syariat dengan baik, hanya semacam asah aspek batin…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *