| |

SLOW LIVING

H+13, dua minggu kurang sehari sudah belajar hidup dengan gerak terbatas. Alhamdulillah sudah bisa sesekali keluar rumah, either ke tempat kerja, RS atau ya keluar sejenak melihat dunia. Kaki masih sedikit bengkak, tapi sejauh ini mulai enak dibawa jalan, meskipun belum bisa lama dan jauh.

Gimana rasanya hidup dengan gerak dan ruang terbatas selama nyaris dua minggu? Setelah dua bulan sebelumnya seperti kitiran, terbang dari satu kota, pulang sebentar, berangkat lagi ke kota lain. Tentu gak mudah. Tapi Alhamdulillah bisa lebih lapang menjalani dibanding dulu. Lebih gak banyak mengeluh.

Badan pegal linu karena kurang gerak saja yang sempat menganggu, selebihnya ya bisa juga saya ternyata tinggal lama di rumah 🤭. Frekuensi makan dan tidur jadi lebih sering, membuat timbangan dan lingkar perut bertambah. Selebihnya ya bisa menikmati.

Belajar slow living, belajar mindful, belajar mengkhidmati rasa sakit dan ketenangan di sekeliling. Belajar menikmati kesendirian juga, ketika orang rumah sudah sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Pada akhirnya toh semua akan pergi dan kita akan tinggal sendiri, terutama di alam kubur nanti.

Similar Posts

  • | |

    PENGINGAT DIRI

    Apakah ketika rezeki datang berlimpah kamu tetap bersyukur dan ketika kesulitan menghadang, kamu tetap bisa bersabar? Apakah semua tetap sama saja di hatimu, atau hatimu masih terbolak balik kuat terpengaruh ‘pemberian’nya? Apakah kamu bisa melihat Dia di setiap ‘pemberian’ atau terpaku pada wujud rupa pemberian-Nya? Iman-mu, apakah terpancang kuat, atau hanya sekedar di tepi? Jawabannya…

  • | | |

    Menjadi Fitri: Kesadaran Diri dan Ketenangan Batin

    Sabtu sore, Syawal pertama kalender pemerintah, dan lebaran hari kedua bagi kami. Siang itu setelah berkunjung ke salah satu teman baik, saya dan Banua berkunjung ke salah satu mall besar di Kota Depok. Saya ingin membeli beberapa peralatan rumah yang dibutuhkan, sekaligus menghabiskan waktu dengannya sebelum dia berlebaran dengan keluarga ayahnya. Selama hampir dua jam…

  • | | | |

    HAKIM

    Saya dibesarkan oleh ibu yang menerapkan strict parenting. Cenderung mengajarkan disiplin yang ketat dengan aturan-aturan yang tidak boleh dilanggar. Kontrol terhadap perilaku merupakan salah satu hal utama dalam pengasuhan ini. Hal yang mana di kemudian hari saya pahami membentuk sifat cenderung protes jika seseorang tidak bertindak seperti seharusnya. Saya jadi kurang dapat mentoleransi kesalahan orang…

  • PARA PENCARI

    Seorang teman bercerita bahwa pada suatu waktu, dia pernah merasa sangat merinding mendengarkan seorang artis bernyanyi di panggung. Perasaan ini jarang sekali dia rasakan, jika menyaksikan suatu pertunjukan. Padahal jika dilihat lahiriahnya, tampilan musisi ini jauh dari kata syar’i. Sahabat ini kemudian bertanya pada sang artis/musisi, apa gerangan yang membuat dia merasa pertunjukan sang artis…

  • | |

    KONTRAS

    Awal bulan lalu grup renang yang saya ikuti mogok berenang sebagai bentuk protes karena air kolam yang belakangan sering kotor. Kami memang beramai-ramai menyewa kolam renang di hari tertentu dan membookingnya di awal bulan. Awal februari ini, grup ini memutuskan untuk tidak membooking seperti biasa sebelum air kolam kembali jernih. Alhamdulillah pemilik kolam cukup responsif…

  • Membaca Ayat-Ayat Allah

    Saat mendengarkan anjuran untuk membaca ayat-ayat Allah, dulu pemahaman saya hanya sebatas membaca apa yang ada di dalam Al-Qur’an. Tidak salah memang, namun karena pemahaman saya terhadap Al-Quran juga cuma segitu-gitunya, anjuran membaca ayat-ayat Nya ini terasa jauh saja dari kehidupan. Sampai kemudian, setelah sekian panjang penjelasan dari Guru saya dan pengalaman hidup, pemahaman baru…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *