| | |

TENTANG IRAN: Membaca Ayat Tuhan dari Negeri yang Jauh

Kok lo tertarik banget sama isu Perang Iran? tanya seorang teman pada saya setelah melihat status WA saya. Sebagian orang mungkin juga bertanya-tanya demikian karena tak jarang saya meng-upload status tentang ini di sosial media.

Sejujurnya, Iran tidak pernah masuk dalam bucket list traveling saya. Berpikir tentang itu pun tidak pernah. Iran buat saya adalah negeri asing yang jauh, terasa tertutup, dengan kehidupan Syiahnya yang mungkin tidak saya mengerti. Bukan tempat yang ingin dikunjungi. Pun bukan tempat yang akan saya sarankan untuk anak bersekolah di sana.

Sebelum konflik ini memanas, akhir tahun lalu, saya merasakan ada hal yang sedang berubah di dunia. Cuaca yang tak menentu, kondisi dalam negeri yang tidak jelas, berita simpang siur, memberi pertanda buat saya pribadi bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi. Suasana dunia secara keseluruhan seolah memberi kabar bahwa akan ada suatu hal yang berbeda. Tapi saya tidak tahu itu apa.

Awal tahun 2026, perang pun pecah. Amerika dan Israel menyerang Iran. Serangan yang tiba-tiba, sebuah agresi. Dunia memalingkan muka ke sana. Saya pun demikian.

Kematian beberapa tokoh penting dalam konflik tersebut menyedot perhatian dunia. Cerita tentang mereka perlahan tersingkap, nasihat-nasihatnya tersebar di sosial media. Bagaimana mereka hidup kemudian perlahan terlihat. Saya melihat, saya mengamati.

Bersamaan dengan itu, konflik yang awalnya diperkirakan hanya akan berlangsung singkat, ternyata memakan waktu lebih panjang. Perlawanan yang keras mengungkapkan sosok-sosok lain yang kemudian mencuri perhatian dunia. Bukan karena kemegahannya, namun karena kesederhanaan, keberanian, dan kecerdasannya. Pendidikan tinggi, retorika cerdas, humor yang menarik hati. Iran mulai terlihat berbeda.

Tidak hanya tentang pemimpinnya, namun juga kehidupan rakyatnya sehari-hari yang mulai banyak diceritakan. Negeri yang selama ini dikenal terkucil ini ternyata memiliki banyak kota yang bersih, penduduk yang ramah, transportasi yang tertata, serta layanan pendidikan dan kesehatan yang relatif terjangkau bagi masyarakatnya. Hak-hak dasar yang dalam banyak laporan disebut cukup terjaga, harga energi domestik yang disubsidi, serta tingkat pendidikan masyarakat yang cukup tinggi. Hal yang belakangan terasa sulit dijangkau di negeri ini.

Singkatnya, negeri yang disangka tertinggal ternyata dalam banyak sisi mampu bertahan dan mengelola sumber dayanya. Saya takjub melihatnya. Kekayaan alam mereka berusaha dipergunakan untuk kesejahteraan rakyatnya. Persis yang diamanatkan konstitusi kita, dan impian saya pribadi.

Lebih menakjubkan lagi, hal ini terjadi di tengah embargo ekonomi yang panjang dari negara-negara Barat. Empat puluh tahun, bahkan lebih, bukan waktu yang singkat. Banyak orang mungkin menyangka mereka melarat, namun ternyata mampu bertahan dan berdikari dalam berbagai keterbatasan. Dalam bayangan saya, situasi ini seperti kisah Daud dan Goliath. Iran, sang Daud, melawan tekanan besar dari kekuatan dunia.

Cerita tentang Iran adalah cerita tentang anomali. Buat saya pribadi, Iran bertahan bukan hanya karena bangsa dengan peradaban yang panjang. Bukan pula semata karena kecerdasan, keberanian, atau keteguhan. Cerita tentang Iran buat saya adalah cerita tentang iman. Sebuah ayat dari-Nya tentang bagaimana iman bisa menjaga sebuah negeri dari kehancuran.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”
[Al-A’raf: 96]

Ada cerita di balik pemilihan Islam sebagai dasar negara mereka. Saat kepemimpinan revolusi Islam terbentuk setelah runtuhnya Shah, kemudian diadakan referendum untuk menentukan bentuk negara. Hasilnya sebagian besar rakyat memilih sistem Republik Islam. Lalu kita tahu cerita berikutnya. Tekanan dan embargo bertahun-tahun berlangsung, namun mereka tetap bertahan hingga hari ini. Iman yang dalam banyak kisah terefleksi dari kehidupan sebagian pemimpinnya, tidak hanya sekadar retorika menjelang pemilu yang kemudian habis saat bertemu dengan kepentingan kelompok dan politik.

Hari-hari ini, dunia seolah sedang menyingkapkan banyak hal. Cerita tentang kekuatan batin, keteguhan iman, kecintaan pada tanah air dan agama, bertemu dengan kebrutalan dari para pemimpin yang penuh kepentingan dan skandal. Kebohongan dan agresi dipertontonkan dengan terang-terangan, kelembutan dan keteguhan pun demikian. Hari ini tak lagi ada yang sepenuhnya tersembunyi.

Buat saya pribadi, peristiwa ini adalah ayat yang harus dibaca dan dipahami. Ayat yang semoga menjadi penguat iman saya dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Menjadikan agama tidak hanya sebatas retorika, namun petunjuk hidup sepenuhnya, sehingga Dia Ta’ala berkenan menurunkan perlindungan dan penjagaan-Nya.

Semoga kita dapat mengambil pelajarannya.

Disclaimer: Tulisan ini adalah refleksi pribadi saya sebagai orang awam yang mencoba membaca peristiwa dunia dari sudut pandang iman.

Similar Posts

  • | | |

    LUKA BATIN

    Dalam ilmu psikologi saya belajar bagaimana mengelola emosi dengan baik. Mulai dari meredam reaksi emosi dengan ‘inhale-exhale’, mengubah posisi tubuh saat emosi negatif muncul, mengambil waktu jeda, agar tidak meledak tanpa kendali. Saya juga belajar mengelola emosi mulai dari mengenali emosi yang muncul, menerimanya, mengakuinya, dan belajar mengidentifikasi penyebabnya. Saya mencoba menguasai skill-skill yang dibutuhkan…

  • PROSES

    Pernah suatu kali saya merasa kecewa dengan diri saya sendiri karena tidak melakukan apa yang saya yakini. Ada masa-masa saya merasa dipenuhi hawa nafsu, marah pada keadaan, kecewa dan mengeluh dengan banyak hal. Hal ini membuat saya sedih dan merasa putus asa, karena sangat jauh dari gambaran mu’min yang baik, yang saya yakini saat ini….

  • |

    HIROSHIMA

    Sebuah kota selalu membawa cerita. Kisah tentang Hiroshima adalah kisah tentang kehancuran dan kebangkitan kembali. Mengubah tragedi menjadi kekuatan, lewat doa dan pengampunan. Tentu bukan suatu kebetulan kota ini dipilih Tuhan untuk tempatmu tinggal. Tidak ada yang acak dalam hidup ini. Lanjutkan hidupmu dalam kedamaian pengampunan dan penerimaan masa lalu. Tumbuh menjadi manusia yang lebih…

  • HADIAH KECIL

    Kemarin hari yang terasa sangat romantis untuk saya. Sudah beberapa hari ini saya mengenakan masker kembali, karena polusi di jabodetabek yang sudah tidak sehat. Saya masih mengenakan masker kain, karena tali pengait masker yang biasa saya kenakan, sudah lama putus. Hal ini kadang menimbulkan ketidaknyamanan tersendiri, sehingga saya berniat membeli pengait masker secara online. Namun…

  • |

    Perjalanan 3 Curug

    Awal tahun ini kami isi dengan eksplorasi 3 Curug di Kawasan Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor. Setelah semalam sebelumnya camping di salah satu camping ground di kawasan yang sama, paginya kami menyusuri kawasan sekitar hutan menuju objek wisata 3 Curug ini. Menghabiskan waktu kira-kira dua jam, dengan jalan menanjak menurun, Alhamdulillah akhirnya kami bisa melihat…

  • |

    KEPADA-MU

    Bolehkah aku menemuiMu lagi, Setelah lepas hari kemarin, Saat langit masih terang, dan laut belumlah pasang. Bolehkah aku menemuiMu lagi, Mengeja asmaMu dengan sungguh-sungguh, Merapal doa sepenuh hati, MemintaMu menemani lagi kali ini. Ah aku malu menengadahkan muka, Meski kutahu Kau kan selalu menyambutku dengan sumringah, Rinduku kadang hanya saat pasang, Yang hilang saat terang….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *