PROSES

Pernah suatu kali saya merasa kecewa dengan diri saya sendiri karena tidak melakukan apa yang saya yakini. Ada masa-masa saya merasa dipenuhi hawa nafsu, marah pada keadaan, kecewa dan mengeluh dengan banyak hal. Hal ini membuat saya sedih dan merasa putus asa, karena sangat jauh dari gambaran mu’min yang baik, yang saya yakini saat ini. Hingga suatu kali saya tersadar bahwa masa gelap dan terang adalah juga dariNya.

Ada masa-masa dimana semua terasa mudah, terang benderang dan begitu tenang. Itu adalah hadiah. Akan tetapi, saat hati terasa gelap pun, diliputi banyak kesempitan, itu seharusnya juga dimaknai sebagai pelajaran dariNya.

Bahwa ketidakhadiranNya dalam segala hal sungguh akan mengacaukan situasi. Dia sedang memperlihatkan, bedanya antara terang dan gelap, tenang dan kacau, dipandu dan tidak dipandu.

Dia sedang memberi tahu rasanya saat cahaya yang sedang memimpin atau hawa nafsu yang sedang memimpin. Dia sedang mengajarkan ‘rasa jiwa’ pada saya dan dampaknya bagi hidup saya.

Setelah pemahaman ini saya kembali menata hati. Memohon jika saat-saat gelap datang, saya dikuatkan kembali. Meminta dibantu saat jiwa saya dibajak oleh hawa nafsu dan kekerdilan akal lahir saya sendiri. Tidak ada yang sungguh-sungguh bisa selamat, termurnikan, tanpa pertolonganNya.

Pemahaman baru ini membantu saya untuk menerima proses. Menjadi seorang mu’min sejati, orang beriman yang dengan iman sebenar-benarnya yang menuntun itu, bukan jalan sekali waktu. Dia berbolak balik, berayun ke kanan dan kiri.

Sebagaimana sebuah proses, dia tentulah tidak dalam sekali jadi. Akan ada sakitnya, akan ada senangnya. Akan ada gundah gulananya, namun juga akan ada tenangnya. Akan tetapi, semoga semakin hari semakin rasa tenang yang melingkupi.

#proses

#mu‘minsejati

Similar Posts

  • | | |

    KEBAIKAN HATI

    Rabu sore menjelang maghrib, dengan langkah tergesa-gesa aku memasuki pelataran mall menuju salah satu klub kebugaran dimana aku terdaftar sebagai anggota-nya. Waktu sudah menunjukkan jam 6 kurang dan waktu maghrib sudah tiba. Hari ini aku ingin mengikuti salah satu kelas yang belum pernah ku ikuti sebelumnya. Aku lirik jam di handphone, masih ada waktu untuk…

  • | | |

    HIDUP

    Beberapa kali lewat di beranda saya postingan seseorang mengenai orang lain yang bertindak ini dan itu. Netizen kemudian ramai-ramai mengomentari postingan tersebut, menilai dari sudut pandangnya tentang hidup orang lain. Tanpa pernah mengetahui sudut pandang yang punya hidup sendiri, terhadap persoalan mereka. Saling bersahutan, hiruk pikuk seperti pasar. Saya sendiri pernah merasakan menjadi topik postingan…

  • | | | |

    SENDIRI

    Sejak anak-anak tumbuh besar dan mulai ada aktivitas sendiri, waktu untuk diri sendiri saya menjadi lebih banyak. Anak pertama yang merantau dan relatif mandiri sekarang terpisah negara. Anak kedua yg menginjak usia remaja, mulai senang beraktivitas dengan teman-temannya. Sesekali dia ijin menginap di rumah teman, atau sebaliknya teman menginap di rumah kami. Suami juga tidak…

  • |

    Cerita tentang Gym

    Dulu nge-gym itu konotasinya gak terlalu baik di kepala saya. ‘Ngapain sih nge-gym, nanti jadi sokot’ (sokot’=berotot, bahasa Bengkulu), begitu saya berpikir kalau lihat yang nge-gym. Sampai kemudian saya dihadapkan pada kenyataan, meskipun sudah olahraga teratur, otot badan saya cenderung masih lemah, terutama daerah kaki. Saya masih suka lelah jika berjalan jauh, masih gampang sakit…

  • | | |

    PILIHAN HIDUP

    Hidup itu adalah rangkaian konsekuensi dari pilihan yang kita ambil. Dulu saya sangat percaya dengan kalimat ini. Tapi sekarang, saya menyakini, bagi orang beriman pilihan hidupnya bukan dia yang menentukan. Ada Allah sebaik-baik pembuat pilihan. Berserah diri pada hakikatnya menyerahkan pilihan ini padaNya. Melalui doa, istikharah, munajat panjang, pengambilan keputusan tidak lagi berdasarkan akal semata….

  • |

    SKINCARE

    Kalau orang bertanya, ‘kok muka Mbak Putri tetap kelihatan bersih (minim flek) meskipun usia sudah pertengahan 40?’, saya agak bingung jawabnya. Bisa jadi karena olahraga, bisa jadi karena rutin merawat dan membersihkan muka. Merawat wajah di sini bukan dalam arti rutin ke salon untuk facial dan teman-temannya. Namun lebih kepada perawatan standar saja. Perawatan standar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *