| | |

CAHAYA

“Ya Allah jadikanlah cahaya dalam kalbuku, cahaya dalam lisanku, cahaya dalam mataku, cahaya dalam pendengaran ku. Cahaya pada sebelah kanan kiri ku, cahaya dari atasku dan dari bawahku. Nur dari depanku dan dari belakangku. Serta jadikanlah nur dalam jiwaku (nafs-ku), dan besarkanlah cahaya untukku.”

-Mukhtarul Ahadist hal 79-

Hati yang selalu bergemuruh, tidak akan melihat cahaya-cahaya. Sama seperti hati yang selalu mengeluh, tidak akan merasakan pengaturan-Nya.

Semoga Allah berkenan menganugerahkan cahaya-cahaya yang akan memandu kita dalam perjalanan hidup, dan mengangkat segala gemuruh dan keluhan di hati kita. Baik yang kita sadari ataupun tidak.

Similar Posts

  • | | |

    Membesarkan Anak, Menemukan Kesejatian Diri

    Membesarkan Anak, Menemukan Kesejatian Diri Saat ke Jepang kemarin, ada satu pengalaman menarik dan membahagiakan hati yang saya dapatkan terkait kehidupan anak saya di sana. Saat di sana, saya diperkenalkan anak saya pada dua atasannya yang merupakan warga negara Jepang. Satu perempuan dan satu laki-laki. Saat kami datang, Radja sedang tidak bekerja. Awalnya hanya ada…

  • CATATAN HARI KELAHIRAN

    Sebenarnya saya ingin menuliskan ini beberapa hari lalu, saat anniversary pernikahan kami dan selang sehari kemudian hari lahir saya. Dua hari istimewa ini memang qadarullah berdampingan, sehingga mudah merayakannya. Sudah lama saya tidak terlalu antusias merayakan hari kelahiran. Beberapa tahun ini, setiap kali berulang tahun, rasanya selalu diingatkan akan jatah usia yang berkurang, akan detik…

  • MEMBACA PETUNJUK

    Pernahkah memohon padaNya utk memilihkan apa yang terbaik untukmu? Seringkali hati sedemikian gelapnya, sehingga tidak tahu jalan mana yang harus ditempuh. Bahkan mgkn seringkali lupa memohon petunjukNya dulu, dalam hal apapun. Seorang mukmin, org yang bertaqwa, hidupnya sangatlah tertuntun. Apa yg dilakukannya, selalu dalam koridor petunjuk Allah Ta’ala. Bahkan utk keputusan sekecil apapun, mau kemana…

  • PARA PENCARI

    Seorang teman bercerita bahwa pada suatu waktu, dia pernah merasa sangat merinding mendengarkan seorang artis bernyanyi di panggung. Perasaan ini jarang sekali dia rasakan, jika menyaksikan suatu pertunjukan. Padahal jika dilihat lahiriahnya, tampilan musisi ini jauh dari kata syar’i. Sahabat ini kemudian bertanya pada sang artis/musisi, apa gerangan yang membuat dia merasa pertunjukan sang artis…

  • MAKNA HIDUP

    Duluu.. Saya penuh pertanyaan spt ini. Untuk apa mengabdi? Apa itu mengabdi? Apa itu menjadi khalifah? Setiap org pemimpin, katanya, minimal pemimpin utk diri sendiri. Masa iya? Pemimpin yang seperti apa? Masa sama dan seragam, utk miliaran org di dunia ini? Masa tidak ada yang spesifik, yang khas untuk kita? Kalau semua pemimpin, siapa dong…

  • | |

    CATATAN PERJALANAN DARI TANAH YANG KAYA

    Dulu saya pikir wacana tentang Indonesia yang kaya, kekuasaan para mafia, penjajahan ekonomi, para Godfather yang memerintah negeri ini dari belakang layar hanyalah cerita fiksi setara buku-buku karya GodFather Fuzo, Dan Brown, Agatha Christie dan sejenisnya. Sebagian besar hanya rekaan belaka. Hingga belakangan ini saya menyadari kebenarannya saat berkesempatan mengunjungi berbagai kota di negeri ini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *