PERLAHAN-LAHAN

Hari ini pada saat latihan yoga rutin, saya baru menyadari bahwa perbaikan kekuatan anggota tubuh saya berlangsung perlahan-lahan. Pada awal latihan, perbaikan awal adalah pada kekuatan lengan atas. Kekuatannya saat ini semakin meningkat, sejalan dengan latihan rutin yang dilakukan.

Fokus berikutnya berpindah ke area paha dan perut. Perpindahan ini sebenarnya tidak saya rencanakan, tapi terjadi begitu saja. Saya yang tadinya kesulitan melatih otot perut, perlahan mulai menemukan ritme dan caranya. Semakin memahami bagaimana melakukannya.

Demikian ternyata segala hal berkembang perlahan-lahan, sejalan dengan niat dan konsistensi dari apa yang dilakukan.

Hal yang sama saya rasa juga berlaku dalam hal perbaikan diri. Kita juga mungkin tidak bisa mengubah kebiasaan atau perilaku atau sudut pandang kita yang kurang tepat sekaligus. Semuanya harus dilakukan perlahan-lahan, satu persatu. Saat yang satu menguat, yang lain mengikuti. Yang penting adalah niat dan konsistensi.

Jika ingin mengubah kebiasaan buruk, mungkin bisa dimulai dari hal yang paling mudah diperbaiki. Begitu juga jika ingin membentuk kebiasaan baik. Ingin memperbaiki ibadah, mungkin bisa diubah dengan berusaha sholat tepat waktu dulu. Nanti perlahan-lahan bisa ditambah dengan sholat Sunnah atau ibadah lain, sejalan dengan sholat yg berusaha diperbaiki. Jika satu hal baik sudah rutin dilakukan, semoga hal baik lain lebih mudah menyusul.

Mulai dengan hal yang kecil, hal yang paling mudah, mulai sekarang dan saat ini. Mulai juga dengan konsistensi.

Semoga kita setiap hari menjadi selalu lebih baik lagi. Amin…

Similar Posts

  • | |

    PUTRI ARIANI

    Putri Ariani sedang viral dimana-mana. Saat menonton video nya di AGT, saya seperti jutaan orang lainnya, merinding. Suaranya luar biasa bagus, talenta bermusiknya juga luar biasa memukau. Melihat penampilan Putri dari YouTube, saya memperhatikan sosok kedua orang tuanya. Ayah yang mengantarkan ke panggung, sesekali memeluk, menyampaikan kata-kata yang menguatkan. Ibu yang berdiri di pinggir panggung….

  • | |

    Tentang Doa

    Salah satu bukti kekuatan doa bagi saya adalah keberhasilan diterima masuk UI dari jalur PPKB (tanpa tes). Sebagai satu-satunya kandidat yang diterima saat itu lewat jalur ini di kota saya, saya merasa hanya keajaiban doa yang mewujudkannya. Begitu juga saat anak sulung saya akhirnya diterima di salah satu Universitas di Jepang, lagi-lagi salah satu wujud…

  • | | |

    Membesarkan Anak, Menemukan Kesejatian Diri

    Membesarkan Anak, Menemukan Kesejatian Diri Saat ke Jepang kemarin, ada satu pengalaman menarik dan membahagiakan hati yang saya dapatkan terkait kehidupan anak saya di sana. Saat di sana, saya diperkenalkan anak saya pada dua atasannya yang merupakan warga negara Jepang. Satu perempuan dan satu laki-laki. Saat kami datang, Radja sedang tidak bekerja. Awalnya hanya ada…

  • | | |

    RASANYA BARU KEMARIN

    Sudah di penghujung 2025 saja. Rasanya baru kemarin saya menuliskan selamat jalan pada tahun 2024. Hanya sekejap mata berputarnya. Perasaan “rasanya baru kemarin” ini menampar saya kembali. Sudah berapa kali saya mengucapkannya saat pergantian tahun? Puluhan, mungkin ratusan kali, bahkan ribuan kali ketika memori masa lalu melintasi ingatan saya. Rasanya baru kemarin. Apa yang terjadi…

  • | |

    KETIKA DOAMU TAK DIJAWAB-NYA

    “Kenapa hidup saya rasanya makin berantakan setelah saya rajin ibadah?”“Kenapa doa-doa saya nggak pernah dibalas? Percuma saja rasanya berdoa.”“Kemana Tuhan? Rasanya nggak pernah ada saat saya kesulitan, padahal saya sudah berdoa.” Pernah mendengar protes semacam ini, atau malah mengalaminya sendiri? Saya pernah. Sekitar 10–12 tahun lalu, ketika saya dihantam badai hidup yang menghancurkan banyak hal….

  • | | |

    JALAN PULANG

    Jalan setapak yang hanya untuk kita. Mungkin mendaki, melelahkan, menyusahkan. Mungkin tak indah, tak gemerlap, tak terlihat. Namun, jalan itu membawa kita ke sana. Ke tempat yang paling dirindukan. Tempat asalnya dirimu, jiwamu. Kampung halaman. Dimana setiap jiwa akan kembali. Bertemu denganNya lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *