| | |

MINDFULNESS

Belakangan ini sedang banyak himbauan utk hidup berkesadaran. Mindfulness. Gak cuma sekelewatan, namun juga dihayati, dipahami, dirasakan, sedang apa, buat apa, lahir batin.

Namun buat saya belakangan hidup berkesadaran itu erat sekali dengan dzikrul maut. Gak hanya menghayati apa yang dilakukan, sadar kondisi per hari ini, tapi juga sadar penuh bahwa bisa jadi itu adalah saat-saat terakhir. Setiap saat bisa pergi, bisa hilang, bisa good bye. Bukan hanya menikmati karena bisa jadi momen terakhir, tapi juga kesadaran bahwa apa yang dilakukan akan berdampak panjang hingga perjalanan berikutnya nanti.

Sadar sesadar-sadarnya, dan itu susah. Hidup kita gak ajeg, banyak dinamikanya. Di tengah dinamika ini, tetap sadar bahwa kematian mengintai kita setiap waktu, kadang-kadang atau seringkali lolos juga dari pikiran dan hati kita.

Hidup berkesadaran, kesadaran akan kematian. Bukan sesuatu yang harusnya menakutkan, namun sesuatu yang harus dipahamkan, bahwa kematian sepaket dengan kehidupan.

Semoga kita bisa selalu ingat dan bersahabat dengan kenyataan ini.

Similar Posts

  • | |

    Membaca Al-Qur’an Sebagai Teman Seperjalanan

    Sejak kecil saya diajarkan untuk membaca Al-Qur’an. Ibu saya sendiri mengajarkan saya membaca Al-Qur’an saat usia saya masih kanak-kanak. Memasuki usia sekolah, orang tua mengirimkan saya untuk belajar khusus agama di sekolah madrasah setelah pulang sekolah. Dari sanalah saya kemudian mendapatkan pengetahuan tentang tajwid, fiqih, tarikh, sedikit kosakata bahasa arab yang kadang membantu memahami kata-kata…

  • | | |

    CAHAYA

    “Ya Allah jadikanlah cahaya dalam kalbuku, cahaya dalam lisanku, cahaya dalam mataku, cahaya dalam pendengaran ku. Cahaya pada sebelah kanan kiri ku, cahaya dari atasku dan dari bawahku. Nur dari depanku dan dari belakangku. Serta jadikanlah nur dalam jiwaku (nafs-ku), dan besarkanlah cahaya untukku.” -Mukhtarul Ahadist hal 79- Hati yang selalu bergemuruh, tidak akan melihat…

  • |

    Menjadi Harapan

    Minggu lalu saya akhirnya menghabiskan serial TV ‘Tunnel’ versi Indonesia, bersama keluarga. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari jalan ceritanya, namun gambaran tentang masa kecil pelaku kejahatan membuat saya berpikir kembali tentang dinamika kehidupan manusia. Dalam cerita ini digambarkan ada dua pelaku pembunuhan berantai yang memiliki latar belakang nyaris sama. Pelaku pertama adalah seorang dukun…

  • | | |

    RASANYA BARU KEMARIN

    Sudah di penghujung 2025 saja. Rasanya baru kemarin saya menuliskan selamat jalan pada tahun 2024. Hanya sekejap mata berputarnya. Perasaan “rasanya baru kemarin” ini menampar saya kembali. Sudah berapa kali saya mengucapkannya saat pergantian tahun? Puluhan, mungkin ratusan kali, bahkan ribuan kali ketika memori masa lalu melintasi ingatan saya. Rasanya baru kemarin. Apa yang terjadi…

  • | |

    Cerita Hari Ini

    Tadi pagi berencana melayat ke rumah salah seorang sahabat yang kehilangan ayahnya. Sebelumnya ada janji dengan seseorang, yang harus dipenuhi dulu sebelum ke sana. Sebelum berangkat tiba-tiba anak bujangku sakit. Muntah-muntah, tepat ketika grabcar udah di belakang rumah. Dengan hati bingung akhirnya memutuskan untuk pergi, setelah memastikan dan berpesan sama si adik untuk segera telpon…

  • | | |

    JALAN PULANG

    Jalan setapak yang hanya untuk kita. Mungkin mendaki, melelahkan, menyusahkan. Mungkin tak indah, tak gemerlap, tak terlihat. Namun, jalan itu membawa kita ke sana. Ke tempat yang paling dirindukan. Tempat asalnya dirimu, jiwamu. Kampung halaman. Dimana setiap jiwa akan kembali. Bertemu denganNya lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *