|

KAFE KUCING

Beberapa tahun lalu kami berkesempatan main ke @bilikkucing cat cafe yang ada di Kukusan Depok. Bertemu dengan kucing-kucing lucu sambil menikmati hidangan yang terjangkau harganya.

Kafe ini terdiri dari dua lantai, lantai satu untuk makan, lantai dua tempat para meong berdiam. Kita bisa makan juga di lantai dua, sambil bermain dengan kucing. Sebagian besar kucing-kucing ini adalah kucing yang ditemukan di jalan, lalu direscue dan bisa diadopsi jika ingin memelihara mereka.

Sejak kematian Simmy, dan saat saya tinggal di apartemen, kami sempat tidak memelihara kucing. Sehingga kafe ini bisa menjadi pengobat rindu bermain dengan kucing-kucing lucu. Saat ini kami punya kucing piaraan lagi, namun tidak banyak, sehingga tetap saja kafe ini layak dikunjungi jika ingin bermain dengan kucing-kucing dari beragam ras.

InsyaAllah jika ada kesempatan, kami akan kesini lagi.

Similar Posts

  • | |

    Kapan Manusia Akan Berubah?

    Kapan manusia akan berubah?Pertanyaan ini kerap muncul saat seseorang menghadapi konflik yang membuatnya ingin mengubah satu atau beberapa hal dalam diri orang terdekatnya. Jawaban yang sering muncul adalah: “Ketika dia merasa perlu untuk berubah.” Ya, perubahan selalu dipandang sebagai sesuatu yang harus datang dari dalam, bukan dari luar. Meskipun secara eksternal kita bisa merancang perubahan…

  • | | | |

    RAMADHAN DAN KESADARAN DIRI

    Ramadhan hari ke-4, apa yang sudah kamu pelajari sejauh ini? Saat tarawih tadi malam, satu pertanyaan singgah di kepala saya: “Seberapa jauh pengetahuanmu tentang dirimu dibanding pengetahuanmu tentang hal lain?” Pertanyaan ini muncul seiring himbauan dari Mursyid kami untuk banyak bertafakur merenungi diri di bulan Ramadhan ini. Seberapa jauh saya mengenal diri saya sendiri? Dalam…

  • | | |

    LUKA BATIN

    Dalam ilmu psikologi saya belajar bagaimana mengelola emosi dengan baik. Mulai dari meredam reaksi emosi dengan ‘inhale-exhale’, mengubah posisi tubuh saat emosi negatif muncul, mengambil waktu jeda, agar tidak meledak tanpa kendali. Saya juga belajar mengelola emosi mulai dari mengenali emosi yang muncul, menerimanya, mengakuinya, dan belajar mengidentifikasi penyebabnya. Saya mencoba menguasai skill-skill yang dibutuhkan…

  • |

    JALAN SETAPAK

    Salah satu sahabat saya menderita sakit cancer. Meskipun kondisinya cukup stabil, namun dia harus mengkonsumsi sejumlah obat dan secara rutin berkonsultasi pada dokter untuk menjaga kondisinya ini. Selain itu dia juga menderita sakit autoimun yang sewaktu-waktu bisa kambuh, baik karena dampak pengobatan atau yang lainnya. Suatu siang di sebuah gedung pencakar langit Jakarta kami bertemu….

  • PADA SEBUAH PEMAKAMAN

    Selasa, 25 November 2008, menjelang pukul 4 sore. Langit cerah dan cuaca panas perlahan berubah menjadi mendung saat aku hadir di pemakaman itu. Perlahan-lahan sosok kaku berbalut kafan diturunkan menuju tempat peristirahatannya yang terakhir. Isak tangis perlahan, suasana haru dan sunyi menyelimuti pemakaman. Suara azan dilafazkan dan doa-doa dipanjatkan memohon keridhaan Sang Pencipta untuk menerima…

  • | | |

    KEBAIKAN HATI

    Rabu sore menjelang maghrib, dengan langkah tergesa-gesa aku memasuki pelataran mall menuju salah satu klub kebugaran dimana aku terdaftar sebagai anggota-nya. Waktu sudah menunjukkan jam 6 kurang dan waktu maghrib sudah tiba. Hari ini aku ingin mengikuti salah satu kelas yang belum pernah ku ikuti sebelumnya. Aku lirik jam di handphone, masih ada waktu untuk…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *