|

Short Trip To Batam

Ini pertama kalinya saya datang ke Batam. Pulau kecil dekat dengan Singapura ini mengingatkan saya pada trip bertahun-tahun lalu ke Tanjung Pinang. Konturnya mirip, berbukit-bukit naik turun, dengan pemandangan laut di sekitarnya. Kota Batam cukup padat dengan pemandangan gedung pencakar langit di beberapa tempat.

Datang sudah menjelang malam, kami menyempatkan diri untuk menikmati suasana malam di Batam. Saya tidak tahu persis tempatnya, namun cukup ramai dengan para pembeli menjelang malam tiba. Hanya saja khas tempat makan ala food court di tempat terbuka begini, para pedagang berebutan menawarkan menu-nya dan menimbulkan perasaan tidak nyaman karena ada insiden kecil terkait makanan siapa yg harus dipesan.

Esok harinya kami menyempatkan diri mengunjungi icon Kota Batam, yaitu Jembatan Balerang, setelah training seharian penuh. Jembatan ini adalah jembatan yang menghubungkan beberapa pulau di kota Batam. View nya indah sekali, namun anginnya kencang membuat saya tidak bisa berdiri terlalu lama menikmati pemandangan. Selain itu tidak ada tempat duduk-duduk yang nyaman juga utk menikmati ini. Mungkin ada, cuma karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat mencari tahu. Selain itu badan saya mulai meriang di hari kedua ini, sepertinya karena kelelahan dengan jadwal yg cukup padat di beberapa pekan ini.

Tidak banyak yang kami kunjungi karena kunjungan kali ini singkat sekali. Akan tetapi saya bersyukur, karena Allah mengabulkan doa saya untuk berkunjung ke kota-kota yang belum pernah saya datangi sebelumnya. Semoga setelah ini juga dimudahkan untuk berkunjung di berbagai kota di mancanegara.

Amin amin ya Allah…

Similar Posts

  • | |

    MENIKAH DAN SETENGAH AGAMA

    “Pernikahan sejatinya adalah untuk mengasah aspek batin. Karena itu (dia) disebut ‘setengah agama’.” Kata-kata ini muncul kembali dari postingan saya beberapa tahun lalu di FB dan membuat saya teringat satu pertanyaan yang diajukan seorang teman dulu, ‘kenapa menikah disebut setengah agama?’ Banyak orang berpikir, – saya dulu juga begitu-, pernikahan semata-mata urusan cinta. Aku cinta…

  • | | | |

    CATATAN HIDUP

    Pertama kali masuk dunia marketing profesional, sales marketing tepatnya di tahun 2021. Saat itu Covid sedang melanda, bisnis suami sedang turun dan saya yang duduk di tim manajemen, harus mengambil alih pekerjaan day to day sales, karena kondisi bisnis di masa covid. Tepatnya menjadi sales B to B, berhadapan langsung dengan klien dari beragam perusahaan,…

  • POLIGAMI

    Why I marry him?Pertanyaan ini datang bertubi-tubi saat saya memutuskan untuk bersedia menikah dengannya. Trust me, itu bukan keputusan mudah. Butuh waktu bermalam-malam, penuh keraguan, kebingungan, kekhawatiran sebelum mengatakan ‘i do’. Bukan ‘iya’ yang ajeg, tapi penuh kegalauan yg sewaktu-waktu bisa berubah di detik terakhir. Segalau itu? Iya segalau itu. Apakah saya tidak mencintainya? Saya…

  • | |

    SEORANG PEMUDA DAN MOBIL MOGOK: SEBUAH KISAH KEBAIKAN HATI

    Kamis sore, seperti biasa aku pulang dari kantor setelah seharian bekerja. Sore itu aku menggunakan taksi online yang kupesan setelah suami mengantarkanku ke titik jemput seperti biasanya. Hari itu bukan jadwalnya bermalam di rumahku, jadi aku akan pulang sendiri seperti biasa. Perjalanan lancar sejak kami berangkat hingga turun di pintu tol terdekat dari rumahku. Hari…

  • | | |

    TENTANG MEMBACA

    Belakangan ini saya sedang mencoba ‘membaca’ kecenderungan saya membaca. Dulu saya senang sekali membaca novel. Satu pekan bisa habis satu novel. Kalau beli buku, yang dibeli novel. Jaman mahasiswa, berkunjung ke rumah Amalia Yunus macam ke surga dunia. Novelnya banyak, bisa baca di tempat, bisa pinjam, sepuas-puasnya. Ikut antrian baca novel Harry Potter yang sedang…

  • | | |

    Waktu

    Belakangan saya sedang membaca buku bagaimana menghabiskan 24 jam dalam sehari. Intinya bagaimana menjadi orang yang berbeda dengan tidak menghabiskan waktu dengan sia-sia. Ada hal yang menarik dari saran yang diberikan penulis yang notabene bukan seorang muslim, yang membuat saya berpikir tentang ke-muslim-an saya dengan segala kewajiban syariatnya. Yang pertama adalah untuk bangun lebih awal,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *