TENTANG LAUT

Laut dan saya adalah teman lama.
Dibesarkan di daerah pinggir pantai, laut bukanlah tempat asing.
Kepadanya saya sering berlari mengadukan lara hati.

Sejak kecil, dia adalah tempat saya bermain.
Mengejar kepiting kecil di pinggir pantai,
mengumpulkan kerang2 yang terdampar,
seraya mencari tahu nama hewan atau tumbuhan lainnya yang saya temukan di pinggirannya.

Laut dan saya adalah teman lama.

Di tepinya, saya seringkali merenung.
Untuk apa hidup ini dan kemana semua masalah di dalamnya akan bermuara?….

#puisi
#renungan
#tentanghidup
#lifejourney

Similar Posts

  • | | |

    FATAMORGANA

    Dan kamu tahu, Ratusan purnama berlalu, Ribuan cahaya datang dan pergi. Apakah dia meninggalkan jejak yang sama? Atau setidaknya menghapus luka? Kesedihan, gembira, duka, lara. Semua tipu daya. Sakit, senang, luka, dan nyaris binasa. Semua itu fatamorgana. Dia hanya semu belaka. Jadi harusnya kukembalikan lagi saja padaMu, Untuk dibuang habis.

  • | |

    TENANGLAH JIWA

    Tenang tenanglah,sesuatu dalam dada.Diam diamlah,dengarkan suara dari jiwa. Kita terlalu sering menghampiri dunia,Dan mati tenggelam di dalamnya. Tenang tenanglah,Bersama yang hakiki di dalam sana.Nyalakan terangnya,Menjadi pelita dalam jiwa. Diam diamlah,Perhatikan kemana Tuhanmu membawa.

  • | | |

    JALAN PULANG

    Jalan setapak yang hanya untuk kita. Mungkin mendaki, melelahkan, menyusahkan. Mungkin tak indah, tak gemerlap, tak terlihat. Namun, jalan itu membawa kita ke sana. Ke tempat yang paling dirindukan. Tempat asalnya dirimu, jiwamu. Kampung halaman. Dimana setiap jiwa akan kembali. Bertemu denganNya lagi.

  • | |

    PUISI TENTANG KEMATIAN

    Kematian laksana bayangan,Yang hanya terlihat ketika cahaya menyapa.Dengannya jati diri terungkap,Dan resah meninggalkan jiwa. Dia pasti datang,kau tak punya kuasa utk menolaknya. Pilihanmu hanyalah,mengabaikannya saja ataumenyapanya lebih dulu.Sehingga ketika dia datang,kau bisa menyambutnyalaksana sahabat karib,yg sudah ditunggu-tunggu. repost

  • AWAN

    Seperti awan-awan yang mengambang di angkasa, kau kira bisa kau genggam dan kau bawa pulang. Seperti itulah hidup yang kau pikir bisa kau kendalikan, sementara dia perlahan-lahan keluar dari genggamanmu. Hidup memang serapuh itu, kawan. Lalu pada siapa kau letakkan genggaman tanganmu?

  • | |

    CERITA KITA

    Cerita kita singkat saja, Sayang Tak lebih dari dua kepalan. Saat kau asyik menghitung ruasnya, Tak terasa kita tiba di tepian. Cerita kita singkat saja, Sayang Hanya dua kali kedatangan Tuan. Saat kelahiran dan kematian, Diantaranya kita berkelindan dalam kehidupan. Cerita kita singkat saja, Sayang. Cepatlah berbenah, Sebentar lagi waktunya pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *