PROSES

Pernah suatu kali saya merasa kecewa dengan diri saya sendiri karena tidak melakukan apa yang saya yakini. Ada masa-masa saya merasa dipenuhi hawa nafsu, marah pada keadaan, kecewa dan mengeluh dengan banyak hal. Hal ini membuat saya sedih dan merasa putus asa, karena sangat jauh dari gambaran mu’min yang baik, yang saya yakini saat ini. Hingga suatu kali saya tersadar bahwa masa gelap dan terang adalah juga dariNya.

Ada masa-masa dimana semua terasa mudah, terang benderang dan begitu tenang. Itu adalah hadiah. Akan tetapi, saat hati terasa gelap pun, diliputi banyak kesempitan, itu seharusnya juga dimaknai sebagai pelajaran dariNya.

Bahwa ketidakhadiranNya dalam segala hal sungguh akan mengacaukan situasi. Dia sedang memperlihatkan, bedanya antara terang dan gelap, tenang dan kacau, dipandu dan tidak dipandu.

Dia sedang memberi tahu rasanya saat cahaya yang sedang memimpin atau hawa nafsu yang sedang memimpin. Dia sedang mengajarkan ‘rasa jiwa’ pada saya dan dampaknya bagi hidup saya.

Setelah pemahaman ini saya kembali menata hati. Memohon jika saat-saat gelap datang, saya dikuatkan kembali. Meminta dibantu saat jiwa saya dibajak oleh hawa nafsu dan kekerdilan akal lahir saya sendiri. Tidak ada yang sungguh-sungguh bisa selamat, termurnikan, tanpa pertolonganNya.

Pemahaman baru ini membantu saya untuk menerima proses. Menjadi seorang mu’min sejati, orang beriman yang dengan iman sebenar-benarnya yang menuntun itu, bukan jalan sekali waktu. Dia berbolak balik, berayun ke kanan dan kiri.

Sebagaimana sebuah proses, dia tentulah tidak dalam sekali jadi. Akan ada sakitnya, akan ada senangnya. Akan ada gundah gulananya, namun juga akan ada tenangnya. Akan tetapi, semoga semakin hari semakin rasa tenang yang melingkupi.

#proses

#mu‘minsejati

Similar Posts

  • | |

    MENJADI MUSLIM: ANTARA PRASANGKA, RITUAL DAN CAHAYA

    “Ibuku langsung menelepon dan bertanya dengan cukup keras, apakah aku benar-benar akan ke negara muslim? Negara dengan pelaku teroris di dalamnya?” Teman Radja, yang sedang berlibur ke Indonesia, menceritakan reaksi ibunya sambil tertawa saat ia mengabarkan akan datang ke Indonesia. “Apakah kamu benar-benar akan ke Indonesia? Di sana mungkin suasananya kotor, tidak seperti di sini….

  • DELAY

    Beberapa waktu ini saya sedang sering melakukan perjalanan keluar kota dengan pesawat udara. Perjalanan ke kota yang berbeda-beda ini dalam rangka tugas kantor, dengan menggunakan maskapai yang berbeda-beda. Sekali waktu saya menggunakan B*tik, lalu Sup*rjet dan juga Cityl*nk. Ada satu hal yang saya sadari hampir seragam saat saya menggunakan pesawat udara, yaitu perkara keterlambatan penerbangan….

  • | | |

    REMINDER

    Segala sesuatu yang menjadi hak kita, akan sampai pada kita, entah bagaimanapun caranya. Hak-hak kita yang ditahan, akan tergantikan dalam bentuk lain. Dalam bentuk yang mungkin malah lebih baik. Belakangan ini saya sedang mendapatkan insight tentang ini. Beberapa penggantian yang Allah berikan, sebagai ganti dari hak yang belum tertunaikan. Begitu juga kedzaliman yang kita alami,…

  • | |

    CERITA SAHABAT

    Kemarin saya mendapatkan pembelajaran yang luar biasa dari cerita salah satu sahabat saya, ibu Lulu Lumi Dewi Sekarsasi ‘Lulu’ . Dia bercerita tentang pembongkaran makam salah satu kerabatnya, utk keperluan pemakaman kerabat yang lain. MasyaAllah, saat makam dibongkar, kondisi mayyit masih dalam keadaan utuh dan baik. Kain kafan dan tubuh tidak hancur, hanya di beberapa…

  • | | |

    Pengetahuan yang Haq

    Tahun 2010-2011 merupakan tahun yang sangat berat untuk saya. Di tahun ini saya mendapat ujian yang membuat dunia saya terasa runtuh saat itu. Kalau diingat kembali, tahun-tahun ini meskipun secara finansial berlimpah ruah, namun hati rasanya sangat sempit dan gelap. Di rentang tahun 2019 ujian yang sama datang kembali. Kali ini meskipun reaksi terhadap peristiwa…

  • | | |

    KEBAIKAN HATI

    Rabu sore menjelang maghrib, dengan langkah tergesa-gesa aku memasuki pelataran mall menuju salah satu klub kebugaran dimana aku terdaftar sebagai anggota-nya. Waktu sudah menunjukkan jam 6 kurang dan waktu maghrib sudah tiba. Hari ini aku ingin mengikuti salah satu kelas yang belum pernah ku ikuti sebelumnya. Aku lirik jam di handphone, masih ada waktu untuk…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *