Konstruksi Sosial

Agak mengerikan juga kalau mengingat bagaimana kita dikonstruksikan secara sosial, utk mendefinisikan siapa diri kita perhari ini.

Kita lahir dengan cetak biru dan potensi ilahiyah yang murni, namun kemudian, sejalan dengan waktu, mulai membangun konsep diri, sesuai dengan apa yg berhasil atau tidak kita lakukan, dan penilaian org lain terhadap kita.

Keberhargaan kita dinilai dari pencapaian-pencapaian yg standarnya kerap kali ditentukan oleh lingkungan. Pekerjaan yang bagus, kendaraan yg dimiliki, rumah dan sejumlah identitas sosial lainnya, sehingga seringkali kita lupa, bahwa apa yg ada di tangan hari ini, sekejab dapat pergi dari kita.

Kita lupa bahwa kita hanya meminjam. Ibarat org yg menempati lahan ilegal bertahun-tahun, kemudian memberontak saat pemilik asli datang dan meminta kepemilikannya kembali.

Seringkali, itulah kita.

Similar Posts

  • | |

    Ayatollah Ali Khamenei: Sebuah Catatan Tentang Prasangka

    Sekelompok anak-anak perempuan bernyanyi dengan lantang. Suaranya merdu, bening, dan terdengar sangat bersemangat. Mereka berkumpul hari itu dalam perayaan awal akil baligh mereka. Masa yang penting bagi seorang anak dalam Islam, karena ini menandai awal mereka berkewajiban menjalankan syariat agama. Anak-anak perempuan ini, sebagaimana umumnya anak-anak, terlihat ceria, cantik, dan polos. Sosok berjubah lebar dan…

  • HOPE

    Ada fase-fase terendah dalam hidup yang membuat saya terkadang takjub, karena berhasil melewatinya. Fase terendah ini kemudian saya lihat kembali saat saya terpuruk dalam episode yang berbeda. Kemudian saya tahu bahwa fase ini telah menciptakan suatu hal yang besar, dalam menjalani pasang surut kehidupan. Hal itu adalah HOPE (Harapan). Harapan menciptakan keyakinan bahwa hal sulit…

  • |

    SKINCARE

    Kalau orang bertanya, ‘kok muka Mbak Putri tetap kelihatan bersih (minim flek) meskipun usia sudah pertengahan 40?’, saya agak bingung jawabnya. Bisa jadi karena olahraga, bisa jadi karena rutin merawat dan membersihkan muka. Merawat wajah di sini bukan dalam arti rutin ke salon untuk facial dan teman-temannya. Namun lebih kepada perawatan standar saja. Perawatan standar…

  • | |

    CONCLAVE

    Beberapa pekan lalu, saya dan keluarga berkesempatan menonton film Conclave. Film ini sebenarnya kami tonton secara tidak sengaja karena tidak bisa menonton film lain yang semula ingin kami tuju. Namun, ternyata saya pribadi mendapatkan banyak pembelajaran—bukan hanya tentang tradisi agama lain, tetapi juga nilai spiritualitas yang sifatnya universal. Film dibuka dengan situasi pemilihan Pope (Paus),…

  • RUTINITAS

    Sabtu adalah jadwal rutin saya mencuci pakaian yang tidak diserahkan ke laundry, dan membersihkan tempat tinggal. Setiap Sabtu saya biasanya turun ke layanan self laundry di lantai bawah, setelah cleaning day dengan anak-anak. Hal ini biasanya berlangsung hampir tiap minggu sehingga terasa berjalan seperti otomatis. Setelah ini, melakukan ini, lalu melakukan itu. Minggu lalu, saat…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *