| |

KETIKA DOAMU TAK DIJAWAB-NYA

“Kenapa hidup saya rasanya makin berantakan setelah saya rajin ibadah?”
“Kenapa doa-doa saya nggak pernah dibalas? Percuma saja rasanya berdoa.”
“Kemana Tuhan? Rasanya nggak pernah ada saat saya kesulitan, padahal saya sudah berdoa.”

Pernah mendengar protes semacam ini, atau malah mengalaminya sendiri?

Saya pernah. Sekitar 10–12 tahun lalu, ketika saya dihantam badai hidup yang menghancurkan banyak hal.

“Ya Tuhan, apalagi? Kenapa lagi? Apalagi yang salah?”
Ujian datang bertubi-tubi, sampai saya sempat berkata,
“Ya Tuhan, saya tahu orang beriman akan diuji, tapi ya nggak gini-gini amat.”
Itu mungkin salah satu kalimat paling konyol yang pernah saya ucapkan. Lahir dari ketidaktahuan saya tentang makna ujian.

Saat itu, ujian datang dan dunia terasa gelap, seolah tak ada ujungnya. Saya sering mengibaratkannya seperti berada di tengah badai, di mana saya tak bisa melihat sekeliling. Putus asa, marah, tidak terima, ingin memaki, menyalahkan, kalut, ingin cepat keluar, berharap ada sesuatu yang ajaib agar badai berhenti. Semua perasaan itu muncul saat kita ditimpa masalah. Semua itu akan terus berputar di sana, sampai kita mau menerima dan memahaminya.

Sepuluh tahun kemudian, saat Tuhan berbaik hati menyingkapkan, saya mulai memahami mengapa Dia meletakkan saya dalam situasi yang begitu tidak menyenangkan. Saya paham kemudian bahwa Dia sebenarnya tidak diam. Dia sedang menarik saya mendekat pada-Nya.

Masalahnya, Dia adalah Sumber Cahaya. Saat tarikan itu datang, yang gelap dan rusak dalam hati kita pun berhamburan keluar. Ibadah yang kita lakukan, doa kita, jeritan memohon pertolongan, Dia sambut dengan proses yang berujung pada tersingkapnya hal-hal yang justru menghambat kita mendekat pada-Nya.

Ketersingkapan itu dapat membuat dunia kita jungkir balik.
Penghidupan yang dulu kita rasa baik, ternyata mungkin tidak.
Pertemanan yang kita anggap bermanfaat, ternyata bukan.
Karya-karya yang dulu kita banggakan, ternyata penuh keinginan untuk dipuja.
Keinginan yang terasa wajar, ternyata menghambat keberserahan kita pada-Nya.
Impian-impian yang kita kejar, ternyata membawa kita menjauh dari-Nya.

Singkatnya, Dia ingin kita mendekat secara utuh. Maka dihancurkanlah berhala-berhala di hati kita, yang karena terlalu lama bertahta, tidak lagi kita sadari.

Dan itu bukan sesuatu yang mudah untuk dipahami.

Butuh waktu lebih dari sepuluh tahun bagi saya untuk merasakan hati yang dilapangkan dari banyak hal yang dulu membuat sesak. Pemahaman saya dikuatkan dengan kesadaran diri yang lebih jernih. Sifat-sifat buruk digantikannya perlahan dengan sifat baik yang Dia kehendaki tumbuh.

Dan atas semua itu, saya bersyukur sedalam-dalamnya atas kasih-Nya yang tak habis, meski saya pernah mengeluh dan memprotes-Nya.

Butuh lebih dari sepuluh tahun.

“Hanya ada Dia di balik pintu sabar.”
Kalimat ini yang menguatkan saya setiap kali terjatuh lagi. Seperti uluran tali yang kokoh dari atas sana, mengajak saya percaya dan berserah pada takdir serta pengaturan-Nya.

Perlahan, dunia yang saya bangun menjadi berbeda. Hidup yang saya jalani terasa lebih tertata. Ketersingkapan ini justru menghadirkan hadiah yang luar biasa.

Jadi, sahabat, jika hidup terasa semakin goncang saat kita menghadap pada-Nya, yakinlah: Dia pun sedang menghadapkan wajah-Nya padamu. Genggam erat uluran tangan-Nya. Berdoalah dengan penuh kefakiran agar mampu melewati ujian pembersihan ini.

InsyaAllah, hadiah yang terang menunggumu di sana.

Bukan selalu terkabulnya doa atau keinginan, tetapi ketenangan yang tak bisa dibeli apa pun.
Ketenangan yang lahir dari jiwa yang terbangun dan kesadaran yang lebih tinggi.
InsyaAllah. Amin ya Rabbal ‘Alamin…

Similar Posts

  • | | |

    JALAN PULANG

    Jalan setapak yang hanya untuk kita. Mungkin mendaki, melelahkan, menyusahkan. Mungkin tak indah, tak gemerlap, tak terlihat. Namun, jalan itu membawa kita ke sana. Ke tempat yang paling dirindukan. Tempat asalnya dirimu, jiwamu. Kampung halaman. Dimana setiap jiwa akan kembali. Bertemu denganNya lagi.

  • | | |

    AI DAN TANTANGAN MASA DEPAN INTERAKSI MANUSIA

    Beberapa pekan ini timeline media sosial saya sedang ramai dengan cerita teman-teman dalam berinteraksi dengan AI, khususnya Meta AI. AI yang satu ini menimbulkan ketertarikan khusus karena interaksi lewat WA yang sudah dikenal sebelumnya, memudahkan audiens untuk menggunakannya. Dibanding model AI lain seperti ChatGPT, Meta AI terasa lebih familiar dan lebih mungkin dipergunakan secara luas….

  • | | |

    TANGGUNG JAWAB

    Beberapa hari ini kami dibingungkan oleh pakaian-pakaian kami yang dihilangkan oleh pihak laundry. Saya memang menggunakan jasa laundry kilo untuk meringankan pekerjaan domestik sehari-hari. Minggu lalu, ketika saya menghitung jumlah pakaian yang dikembalikan, saya agak kaget karena selisihnya hingga 10 potong pakaian. Saya juga tidak tahu persis apa saja, karena masih harus mengecek satu persatu…

  • | |

    MIMPI

    Beberapa hari lalu saya sering bermimpi sesuatu yang membuat saya kurang nyaman. Bukan mimpi yang menakutkan, namun terasa aneh dan random saja. Terjadi beberapa hari sehingga saya bertanya-tanya kenapa. Lalu saya tiba-tiba teringat mimpi saya ini selalu terkait sesuatu yang saya pikirkan sebelumnya. Misalnya hari itu terlintas pikiran tentang A, maka malamnya hadir dalam bentuk…

  • | | |

    TENTANG MEMBACA

    Belakangan ini saya sedang mencoba ‘membaca’ kecenderungan saya membaca. Dulu saya senang sekali membaca novel. Satu pekan bisa habis satu novel. Kalau beli buku, yang dibeli novel. Jaman mahasiswa, berkunjung ke rumah Amalia Yunus macam ke surga dunia. Novelnya banyak, bisa baca di tempat, bisa pinjam, sepuas-puasnya. Ikut antrian baca novel Harry Potter yang sedang…

  • | | |

    Waktu

    Belakangan saya sedang membaca buku bagaimana menghabiskan 24 jam dalam sehari. Intinya bagaimana menjadi orang yang berbeda dengan tidak menghabiskan waktu dengan sia-sia. Ada hal yang menarik dari saran yang diberikan penulis yang notabene bukan seorang muslim, yang membuat saya berpikir tentang ke-muslim-an saya dengan segala kewajiban syariatnya. Yang pertama adalah untuk bangun lebih awal,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *