GRATEFUL MOMENT

Belakangan ini saya sedang sering berhubungan dengan rumah sakit, utk treatment kaki saya yang terkena plantar fasciitis dan radang sendi di jari tangan. Jarak yang cukup jauh antara RS dan domisili, membuat saya kadang merasa kelelahan dengan proses pengobatannya.

Akan tetapi, dibalik kelelahan ini ada sesuatu yang sangat saya syukuri. Kemarin sore, saat pulang dari pekerjaan dan turun dari KRL yang saya tumpangi, tiba-tiba saya diberi kesadaran betapa beruntungnya saya. Kaki saya masih bisa dibawa berjalan, dua-duanya, dari stasiun ke apartemen tempat saya tinggal dengan ringan. Langkah saya belum terseret dan masih bisa tanpa bantuan.

Tiba-tiba saya menyadari bahwa dua alat gerak ini adalah anugerah luar biasa. Di Rumah Sakit saya melihat banyak orang yang terbatas geraknya karena faktor usia, atau mengalami kecelakaan/musibah. Mereka harus berjalan dengan perlahan sekali, dibantu tongkat atau orang lain.

Waktu berlalu, usia saya sudah tidak muda lagi. Masalah kesehatan mulai menghantui dalam segala rupanya. Segala sesuatu yang tadinya saya pikir adalah hal biasa, sekarang mulai terasa merupakan anugerah besar. Kaki yang masih bisa berjalan tanpa bantuan, otak yang masih bisa berpikir, mata yang masih bisa melihat, orang-orang terdekat yang masih bisa ditemui. Mereka ternyata adalah hal-hal besar yang kemarin-kemarin terasa biasa saja.

Semoga dibalik rasa tidak nyaman ini, Allah terus tambah kebersyukuran saya akan hal-hal kecil dalam hidup. Karena sebenarnya tidak ada hal kecil di dunia ini, yang ada hanya hal besar yang luput saya syukuri.

Similar Posts

  • |

    ISLAM, IDENTITAS DAN BAHASA: TENTANG DOA DAN ATURAN DALAM ISLAM

    Saya tergelitik oleh sebuah pertanyaan yang diajukan seseorang di sebuah thread: “Kenapa umat Islam harus berdoa dalam bahasa Arab? Kenapa tidak bisa menggunakan bahasa bebas seperti agama lain? Tuhan kan pasti mengerti bahasa apapun yang digunakan hamba-Nya?” Sekilas, pertanyaan ini terlihat sederhana. Tapi kesannya, Islam ini penuh aturan—bahkan dalam hal yang sangat personal seperti berdoa…

  • CATATAN HARI KELAHIRAN

    Sebenarnya saya ingin menuliskan ini beberapa hari lalu, saat anniversary pernikahan kami dan selang sehari kemudian hari lahir saya. Dua hari istimewa ini memang qadarullah berdampingan, sehingga mudah merayakannya. Sudah lama saya tidak terlalu antusias merayakan hari kelahiran. Beberapa tahun ini, setiap kali berulang tahun, rasanya selalu diingatkan akan jatah usia yang berkurang, akan detik…

  • |

    STRES DAN CARA MEMANDANG HIDUP

    Bagaimana kita seharusnya memandang hidup? Pertanyaan ini muncul saat saya dan seorang teman memandu sesi training tentang stres dan pengelolaannya. Apa sih yang menyebabkan stres? Apa itu stres sebenarnya? Apakah stres selalu negatif? Pertanyaan-pertanyaan sekaligus curhatan tentang stres di kehidupan sehari-hari, baik di tempat kerja maupun pribadi, mengalir sepanjang sesi tersebut. Diskusi itu mendorong saya…

  • | |

    Bani Israil

    Ketika membaca tentang kisah Bani Israil yang cukup panjang diceritakan dalam Al-Qur’an, saya merasa agak heran. Heran karena setelah melihat sendiri banyak mu’jizat yang dihadirkan di hadapan mereka, tetap saja bisa berpaling. Lautan terbelah disusul oleh tenggelamnya Fir’aun dan bala tentaranya, merupakan mu’jizat yang luar biasa besar dan fenomenal. Namun setelah selamat dari kejaran Fir’aun,…

  • | |

    TENTANG SORE, TAKDIR, DAN IMAN

    Pernahkah kamu ingin mengulang waktu dan kembali ke masa lalu untuk mengubah hal buruk yang terjadi dalam hidupmu? Pernahkah kamu menyesali keputusan yang pernah kamu ambil di masa lalu dan berandai-andai mengambil pilihan yang berbeda? Saya pernah melihat video yang mewawancarai beberapa orang secara acak dan bertanya: jika bisa kembali ke masa lalu, apa yang…

  • | |

    BERUNTUNG

    Keberuntungan terbesar adalah ketika Dia menunjuki kesalahan-kesalahanmu dan membuatmu bertobat karenanya. Ketika istighfarmu berbunyi, dan permohonan ampunanmu benar-benar terasa sampai ke jiwa. Di titik itu, akhirnya kau benar-benar bisa memahami apa artinya ‘Tunjuki aku jalan yang lurus’. Tak sekedar ucapan tanpa makna,yang berulang dilantunkan, 17 kali sehari, seperti mantra. Berulang, namun sepi dari rasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *