| |

BANDUNG

Bandung buat saya istimewa. Dia adalah penanda titik titik perjalanan.

Dua puluh tujuh tahun yang lalu, saya mengunjunginya pertama kali. Bersama beberapa orang sahabat putih abu-abu, menempuh lebih dari 24 jam perjalanan dari Bengkulu. Selepas ujian akhir nasional, sebelum kemudian memulai cerita hidup di Ibukota sekitarnya. Belajar hidup mandiri, terpisah jauh dari orang tua, sebulan lebih lamanya.

Lulus kuliah dia memanggil saya kembali menetap di sana. Fresh graduate yang baru siap bekerja, magang di salah satu klinik sebagai terapis anak berkebutuhan khusus. Kali ini lebih lama waktunya dibanding waktu tinggal sebelumnya.

Bandung buat saya juga titik balik, dimana saya bertemu dengan seorang sufi, dan kemudian berkomitmen menjadi muridnya hingga saat ini. Dia adalah tempat dimana sahabat-sahabat saya tinggal, bekerja, berkarya, belajar menemukan jati dirinya. Mencoba mengenali urusan yang Tuhan kirimkan khusus untuk dirinya di dunia ini.

Kemarin, dia memanggil saya kembali. Sebuah panggilan dari dalam hati, membuat saya datang kembali. Mudah-mudahan penanda baru dalam perjalanan batin saya. Seperti sebelum-sebelumnya, dia menjadi penanda perpindahan ke sebuah urusan yang baru. Semoga adalah urusan yang haqiqi.

Bandung selalu istimewa. Akankan dia kembali menjadi rumah kedua? Semoga saja. InsyaAllah.

Similar Posts

  • TENTANG POHON

    Beberapa tahun yang lalu saya berbincang-bincang dengan seseorang tentang bencana banjir di suatu daerah. Menurut beliau, meskipun bencana terjadi atas ijin-Nya, namun pengelolaan kita terhadap alam yang kita tinggali ini harus diperbaiki. Banyak hutan dibuka, pohon ditebangi, entah untuk dijadikan pemukiman ataupun perkebunan, yang akhirnya menghambat penyerapan air. Berbicara tentang pohon, tiap pohon punya karakternya…

  • | |

    CERITA SAHABAT

    Kemarin saya mendapatkan pembelajaran yang luar biasa dari cerita salah satu sahabat saya, ibu Lulu Lumi Dewi Sekarsasi ‘Lulu’ . Dia bercerita tentang pembongkaran makam salah satu kerabatnya, utk keperluan pemakaman kerabat yang lain. MasyaAllah, saat makam dibongkar, kondisi mayyit masih dalam keadaan utuh dan baik. Kain kafan dan tubuh tidak hancur, hanya di beberapa…

  • | | |

    TENTANG HIDUP

    Siang itu hujan baru saja berhenti. Mendung masih bergelayut di langit, ketika aku dan si kecil membuka pintu pagar rumah. Kami berencana makan di satu tempat, sambil bertemu dengan beberapa sahabat lamaku. Taksi online yang kupesan sudah terparkir di depan rumah. Ketika membuka pintunya, aku tersadar pernah bertemu dengan pasangan ibu dan anak, pengemudi taksi…

  • |

    STRES DAN CARA MEMANDANG HIDUP

    Bagaimana kita seharusnya memandang hidup? Pertanyaan ini muncul saat saya dan seorang teman memandu sesi training tentang stres dan pengelolaannya. Apa sih yang menyebabkan stres? Apa itu stres sebenarnya? Apakah stres selalu negatif? Pertanyaan-pertanyaan sekaligus curhatan tentang stres di kehidupan sehari-hari, baik di tempat kerja maupun pribadi, mengalir sepanjang sesi tersebut. Diskusi itu mendorong saya…

  • |

    CERITA DARI RUANG TUNGGU RUMAH SAKIT

    Tiga orang itu sedang bercakap-cakap seru ketika aku datang dan duduk di kursi di antara mereka. “Harus sering dilatih, Bu. Jangan biarkan ototnya jadi malas,” kata seorang Bapak berusia 52 tahun, menyemangati seorang ibu di kursi roda. Sang ibu datang ditemani anaknya, perempuan sekitar pertengahan 30-an. Mereka sama-sama mendapat ujian stroke di paruh baya. Ujian…

  • | | |

    Menuju Hidup Bermakna

    Semua orang ingin terlihat di media sosial. Lewat status Facebook, WhatsApp, Instagram, TikTok, dan sebagainya, orang membagikan cerita hidupnya. Ingin dikenali, ingin dilihat keberadaannya. Kecenderungan untuk terlihat ini wajar, karena manusia pada dasarnya ingin mengetahui untuk apa dia ada di dunia ini. Pertanyaan ini menegakkan rasa penting dan eksistensi diri. Dalam psikologi, perasaan invisible –…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *