KEBAIKAN KECIL

Saat sedang perjalanan ke kantor, saya mendengarkan curhat driver taksi online yang saya tumpangi. Sepanjang perjalanan Pak driver ini bercerita bagaimana pandemi mengubah kehidupan ekonominya hingga harus terpisah dari keluarga utk mencari nafkah. Hidupnya berubah drastis, dari yang sebelumnya memiliki jabatan dan penghasilan yang cukup baik, hingga harus menjadi driver taksi online di kampung orang.

Saya hanya mendengarkan cerita tersebut sambil sesekali merespon dengan ‘oo..’ atau bertanya. Sesuatu yang menurut saya biasa saja karena kebetulan saya juga sedang malas berbicara banyak.

Reaksi yang tak terduga kemudian adalah ucapan sang Bapak saat perjalanan berakhir. ‘Terimakasih Bu sudah mendengarkan cerita saya..lega rasanya bisa bercerita. Baru kali ini saya bisa bercerita banyak begini.’

Meskipun tahu bahwa perilaku mendengarkan dengan sepenuh hati, secara teori sangat membantu orang lain. Namun saat itu terjadi di luar sesi konseling atau konsultasi lain (termasuk sesi curhat yang memang diminta) yang biasa saya lakukan, mau tak mau ucapan sang Bapak membuat saya makin tersadar, betapa perilaku yang terlihat kecil, seperti mendengarkan dengan sungguh-sungguh ini, ternyata bisa sangat membantu.

Kadang kala kita berpikir hanya tindakan besar yang bisa mengubah keadaan, sehingga seringkali abai dengan hal-hal kecil ini. Padahal hal-hal kecil yang harusnya mudah dilakukan ini, ternyata bisa sangat membantu. Mendengarkan orang lain dengan sungguh-sungguh, memberikan perhatian penuh, dsbnya, bisa jadi ‘hadiah’ yang luar biasa untuk seseorang.

Semoga kita selalu dimudahkan untuk meringankan beban orang lain, lewat tindakan yang terlihat kecil, seperti ini.

Similar Posts

  • | |

    MENIKAH DAN SETENGAH AGAMA

    “Pernikahan sejatinya adalah untuk mengasah aspek batin. Karena itu (dia) disebut ‘setengah agama’.” Kata-kata ini muncul kembali dari postingan saya beberapa tahun lalu di FB dan membuat saya teringat satu pertanyaan yang diajukan seorang teman dulu, ‘kenapa menikah disebut setengah agama?’ Banyak orang berpikir, – saya dulu juga begitu-, pernikahan semata-mata urusan cinta. Aku cinta…

  • | | | |

    RAMADHAN DAN KESADARAN DIRI

    Ramadhan hari ke-4, apa yang sudah kamu pelajari sejauh ini? Saat tarawih tadi malam, satu pertanyaan singgah di kepala saya: “Seberapa jauh pengetahuanmu tentang dirimu dibanding pengetahuanmu tentang hal lain?” Pertanyaan ini muncul seiring himbauan dari Mursyid kami untuk banyak bertafakur merenungi diri di bulan Ramadhan ini. Seberapa jauh saya mengenal diri saya sendiri? Dalam…

  • | |

    TEMAN

    Kadang saya pikir, seseorang terus melakukan kebiasaan buruk simply karena mereka gak tahu bagaimana cara mengubahnya, atau gak punya contoh untuk berlaku sebaliknya. Seseorang yang hobi marah, reaktif, ya mungkin karena model di sekitarnya begitu, sehingga merasa gak ada yang salah dengan itu, sampai kemudian menemukan lingkungan/orang yang berperilaku sebaliknya. Seseorang yang mungkin pola hidupnya…

  • |

    AYAH

    Di usia yang nyaris kepala 8 ini, Alhamdulillah masih cukup sehat untuk sholat ke masjid. Sesekali ada keluhan di kakinya karena faktor usia. Seingatku, belum pernah operasi besar. Beliau role model yang sangat baik, bagaimana seseorang yang rutin berolahraga, bisa tetap sehat meskipun tanpa diet makanan. Konsumsi makanannya sudah pasti full kolesterol, karena orang Minang…

  • | |

    KONTRAS

    Awal bulan lalu grup renang yang saya ikuti mogok berenang sebagai bentuk protes karena air kolam yang belakangan sering kotor. Kami memang beramai-ramai menyewa kolam renang di hari tertentu dan membookingnya di awal bulan. Awal februari ini, grup ini memutuskan untuk tidak membooking seperti biasa sebelum air kolam kembali jernih. Alhamdulillah pemilik kolam cukup responsif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *