|

DI RUMAH SAKIT

Di rumah sakit,
aku melihat orang lalu lalang.
Meskipun berpapasan,
Tak saling menyapa,
Tenggelam dalam pikirannya.

Di rumah sakit,
ada pasien yang duduk diam di kursi,
lemah, menunggu giliran diperiksa.
Ada keluarga yang setia menemani,
bolak-balik mengurus hal kecil,
yang lain mendorong kursi roda ke sana kemari.

Ada pasien lain yang masih sanggup berjalan,
menunggu antrian sambil mungkin merasa bosan.

Seperti aku,
duduk di pojokan,
mengamati orang-orang berlalu,
sibuk dengan pikiran sendiri,
sesekali membuka WhatsApp,
lalu kembali membaca buku di tangan.

Di rumah sakit,
ada perawat yang keluar-masuk ruangan:
memanggil pasien,
mengecek tensi,
menanyakan kabar hari ini,
mencatat hasil pemeriksaan
untuk dibaca dokter nanti.

Perawat lain mendorong pasien terkapar di tempat tidur.
Wajahnya lelah, langkahnya tergesa,
namun raut mukanya sepenuh hati berjaga.

Di rumah sakit,
Dokter mungkin kadang datang terlambat,
atau harus bergegas pergi lagi,
Karena dibutuhkan di banyak tempat.


Dokter mungkin juga lelah:
jadwal yang tak terhitung,
dipanggil keadaan darurat,
masuk ruang operasi,
menjenguk yang terbaring lemah,
lalu memeriksa mereka
yang membutuhkan perawatan rutin.
Demikian saja silih berganti.

Di rumah sakit,
semua orang lalu lalang, sibuk bekerja.
Pasien belajar berdamai dengan kondisinya.
Semua menjalani takdirnya masing-masing.

Di rumah sakit, waktu seperti sekarat,
seolah tak ada esok hari,
yang ada hanya hari ini.

Similar Posts

  • | | |

    NIAT

    Siang itu langit cerah berawan saat saya memasuki salah satu kompleks perkantoran di jantung kota Jakarta. Saya dan salah seorang teman, ada janji meeting dan makan siang dengan salah satu calon klien kami. Lobi gedung terlihat mulai ramai saat saya tiba di sana. ‘Saya sudah di bawah, Mbak.’ Begitu bunyi WA yang saya kirimkan pada…

  • | |

    Tentang Doa

    Salah satu bukti kekuatan doa bagi saya adalah keberhasilan diterima masuk UI dari jalur PPKB (tanpa tes). Sebagai satu-satunya kandidat yang diterima saat itu lewat jalur ini di kota saya, saya merasa hanya keajaiban doa yang mewujudkannya. Begitu juga saat anak sulung saya akhirnya diterima di salah satu Universitas di Jepang, lagi-lagi salah satu wujud…

  • | |

    SEORANG PEMUDA DAN MOBIL MOGOK: SEBUAH KISAH KEBAIKAN HATI

    Kamis sore, seperti biasa aku pulang dari kantor setelah seharian bekerja. Sore itu aku menggunakan taksi online yang kupesan setelah suami mengantarkanku ke titik jemput seperti biasanya. Hari itu bukan jadwalnya bermalam di rumahku, jadi aku akan pulang sendiri seperti biasa. Perjalanan lancar sejak kami berangkat hingga turun di pintu tol terdekat dari rumahku. Hari…

  • TIDUR

    Kemarin saya kesulitan untuk tidur. Suatu hal yang tidak biasa untuk saya yang terbiasa tidur teratur, dan jarang sekali begadang. Entah bagaimana, hingga pukul 1 pagi, mata saya yang sudah dipaksa terpejam, tidak juga terlelap. Saya pikir hal ini terjadi karena saya tidur siang cukup panjang. Namun ketika dipikir-pikir lagi, sepertinya bukan itu. Saya kemudian…

  • | |

    CERITA KITA

    Cerita kita singkat saja, Sayang Tak lebih dari dua kepalan. Saat kau asyik menghitung ruasnya, Tak terasa kita tiba di tepian. Cerita kita singkat saja, Sayang Hanya dua kali kedatangan Tuan. Saat kelahiran dan kematian, Diantaranya kita berkelindan dalam kehidupan. Cerita kita singkat saja, Sayang. Cepatlah berbenah, Sebentar lagi waktunya pulang.

  • | | |

    PILIHAN HIDUP

    Hidup itu adalah rangkaian konsekuensi dari pilihan yang kita ambil. Dulu saya sangat percaya dengan kalimat ini. Tapi sekarang, saya menyakini, bagi orang beriman pilihan hidupnya bukan dia yang menentukan. Ada Allah sebaik-baik pembuat pilihan. Berserah diri pada hakikatnya menyerahkan pilihan ini padaNya. Melalui doa, istikharah, munajat panjang, pengambilan keputusan tidak lagi berdasarkan akal semata….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *