| |

PENGINGAT DIRI

Apakah ketika rezeki datang berlimpah kamu tetap bersyukur dan ketika kesulitan menghadang, kamu tetap bisa bersabar?

Apakah semua tetap sama saja di hatimu, atau hatimu masih terbolak balik kuat terpengaruh ‘pemberian’nya?

Apakah kamu bisa melihat Dia di setiap ‘pemberian’ atau terpaku pada wujud rupa pemberian-Nya?

Iman-mu, apakah terpancang kuat, atau hanya sekedar di tepi?

Jawabannya mencerminkan kondisi hatimu, apakah benar meng-hamba pada-Nya, atau menghamba pada sekedar ‘pemberian’-Nya.

Yang pertama adalah orang yang beruntung, yang kedua adalah orang-orang yang merugi.

Similar Posts

  • |

    Ruang Khalwat

    Guru saya berpesan, setiap mukmin hendaknya punya ruang tersendiri untuk bermunajat pada Allah. Tidak harus sebuah ruang besar, cukup sudut khusus untuk menghamparkan sajadah. Ruang munajat untuk ber-khalwat (menyendiri) dengan-Nya. Ruang ini saya wujudkan dalam bentuk pojok sholat atau tafakur di kamar kami. Sudut yang nyaman karena semua fasilitas yang dimudahkan Allah: pendingin ruangan, lantai…

  • |

    DI RUMAH SAKIT

    Di rumah sakit,aku melihat orang lalu lalang.Meskipun berpapasan,Tak saling menyapa, Tenggelam dalam pikirannya. Di rumah sakit,ada pasien yang duduk diam di kursi,lemah, menunggu giliran diperiksa.Ada keluarga yang setia menemani,bolak-balik mengurus hal kecil,yang lain mendorong kursi roda ke sana kemari. Ada pasien lain yang masih sanggup berjalan,menunggu antrian sambil mungkin merasa bosan. Seperti aku,duduk di pojokan,mengamati…

  • MENAKAR DIRI

    Beberapa hari ini kedua kaki saya sedang sakit sekali. Awalnya karena ingin ikutan olahraga memperkuat otot dan tulang, maka pergilah saya menemani si Abang Radja nge-gym di suatu hari. Karena belum tahu harus apa, saya hanya mengikuti instruksi si Abang yg sudah hampir setahun ini rutin nge-gym. Dia bilang, karena saya beginner, maka untuk awal…

  • | |

    TENTANG KEMATIAN

    What is your biggest fear in life? For me, it is DEATH. Topik tentang kematian bagi sebagian orang bukanlah hal yang menyenangkan untuk dibahas. Begitu juga bagi saya. Ia terasa begitu abu-abu, kelam, dan sulit dipahami. Sebagian besar orang mungkin akan menghindar untuk membahasnya—sama seperti saya dulu. Sayangnya, satu-satunya hal yang paling pasti dalam hidup…

  • | |

    MENJADI MUSLIM: ANTARA PRASANGKA, RITUAL DAN CAHAYA

    “Ibuku langsung menelepon dan bertanya dengan cukup keras, apakah aku benar-benar akan ke negara muslim? Negara dengan pelaku teroris di dalamnya?” Teman Radja, yang sedang berlibur ke Indonesia, menceritakan reaksi ibunya sambil tertawa saat ia mengabarkan akan datang ke Indonesia. “Apakah kamu benar-benar akan ke Indonesia? Di sana mungkin suasananya kotor, tidak seperti di sini….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *