MENAKAR DIRI

Beberapa hari ini kedua kaki saya sedang sakit sekali. Awalnya karena ingin ikutan olahraga memperkuat otot dan tulang, maka pergilah saya menemani si Abang Radja nge-gym di suatu hari.

Karena belum tahu harus apa, saya hanya mengikuti instruksi si Abang yg sudah hampir setahun ini rutin nge-gym. Dia bilang, karena saya beginner, maka untuk awal ini cukup latihan Squat jump saja utk memperkuat otot kaki dahulu. Hal ini kebetulan karena dia jg sdg latihan utk kekuatan otot kaki.

Singkat cerita jadilah saya Squat jump. Gak tanggung-tanggung, 4 set. 1 set nya 10 kali. Sebenarnya saya cuma ngikutin arahan si coach dadakan ini dan merasa ya mungkin saya bisa. Setelah Squat jump, saya sit up dengan bantuan alat 3 set. Masing-masing juga 10 kali.

Saat melakukannya sebenarnya gak ada masalah berarti. Capek tapi ya senang juga karena berkeringat. Masalah baru terasa saat pulang. Kaki saya gemetaran, susah napak saat berjalan. Hari-hari selanjutnya rasa sakit di paha makin menjadi, menyebabkan saya jadi kesulitan utk sujud dari posisi berdiri. Hingga hari ini.

Seorang teman terpingkal-pingkal saat saya bercerita tentang kejadian ini. Menurut dia, salah saya sendiri tidak bisa menakar diri. Belum pernah latihan sebelumnya, main dihajar saja. Saya ikut tertawa mengingat kebodohan saya ini. Bukan salah si Abang juga. Dia bukan coach profesional dan mgkn target segitu adalah minimum Squat jump yang biasa dia kerjakan. Saya yang kurang bisa menakar diri.

Memang gak mudah menakar diri ya. Mungkin ada sedikit rasa sombong dalam hati, ‘wuih saya bisa juga ternyata’, sehingga lupa menimbang bahwa ini pertama kali saya melakukannya. Rasa sombong ini yang menghalangi utk melihat kondisi sebenarnya. Harga yang harus dibayar mahal dengan pegal di kaki berhari-hari, yang sempat membuat saya sulit melakukan gerakan sholat di kemudiannya.

Menakar diri itu butuh kejujuran. Butuh rendah hati. Butuh kesadaran. Harus apa adanya, dan banyak-banyak introspeksi agar paham kemampuan sebenarnya, baru kemudian latihan meningkatkannya pelan-pelan. Gak petantang petenteng, apalagi sambil koar-koar kemana-mana, nih gw bisa nih, nih gw luar biasa nih, tapi akhirnya keok juga 😁.

Benar-benar pelajaran berharga untuk bisa menimbang dengan lebih baik, apapun yang datang, agar tidak kebablasan lagi.

See insights and ads

Similar Posts

  • PENYAKIT HATI

    Dalam satu sesi pengajian rutin, Mursyid saya berkata, semua bala, musibah, dalam hidup kita, diundang dari kondisi hati kita. Ketika ingin membersihkan hati kita, maka Allah tampakkan satu persatu apa yang ada di dalamnya. Ujubkah, riya’ kah, gengsi, mengandalkan selain Dia, ego, prasangka, dan seribu satu penyakit hati lainnya. Rasanya sulit untuk orang selevel kita…

  • | |

    SEORANG PEMUDA DAN MOBIL MOGOK: SEBUAH KISAH KEBAIKAN HATI

    Kamis sore, seperti biasa aku pulang dari kantor setelah seharian bekerja. Sore itu aku menggunakan taksi online yang kupesan setelah suami mengantarkanku ke titik jemput seperti biasanya. Hari itu bukan jadwalnya bermalam di rumahku, jadi aku akan pulang sendiri seperti biasa. Perjalanan lancar sejak kami berangkat hingga turun di pintu tol terdekat dari rumahku. Hari…

  • | | |

    KEBAIKAN HATI

    Rabu sore menjelang maghrib, dengan langkah tergesa-gesa aku memasuki pelataran mall menuju salah satu klub kebugaran dimana aku terdaftar sebagai anggota-nya. Waktu sudah menunjukkan jam 6 kurang dan waktu maghrib sudah tiba. Hari ini aku ingin mengikuti salah satu kelas yang belum pernah ku ikuti sebelumnya. Aku lirik jam di handphone, masih ada waktu untuk…

  • | |

    TENTANG KEMATIAN

    What is your biggest fear in life? For me, it is DEATH. Topik tentang kematian bagi sebagian orang bukanlah hal yang menyenangkan untuk dibahas. Begitu juga bagi saya. Ia terasa begitu abu-abu, kelam, dan sulit dipahami. Sebagian besar orang mungkin akan menghindar untuk membahasnya—sama seperti saya dulu. Sayangnya, satu-satunya hal yang paling pasti dalam hidup…

  • | | |

    INDONESIA GELAP

    Beberapa pekan terakhir, linimasa saya dipenuhi dengan berita yang tidak menyenangkan tentang negeri ini. Kasus korupsi oplosan Pertamax oleh pejabat Pertamina yang merugikan negara triliunan rupiah, simpang siurnya informasi terkait Danantara, pernyataan kontroversial para pejabat, hingga demonstrasi mahasiswa yang mewarnai hari-hari di tengah ketidakpastian ekonomi. Pengangguran meningkat, PHK terjadi di berbagai sektor, bisnis banyak yang…

  • | |

    Rezeki

    Teman saya, tadinya seorang single parent, sempat terjerumus dalam hutang yang cukup besar jumlahnya. Sebagai seorang single fighter yang membesarkan anak-anak dengan nyaris tanpa dukungan finansial dari mantan suami, posisinya menjadi sangat rentan karena harus berjuang seorang diri. Kesempatan apapun yang datang, yang sekiranya dapat menambah penghasilan, atau terlihat seperti peluang besar, nyaris tidak pernah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *