| | |

INSPIRASI

(CATATAN 18 NOVEMBER 2022)

Kemarin hari yang sangat mengesankan bagi saya. Allah menghadirkan sebuah pelajaran langsung, bagaimana individu berkebutuhan khusus dapat berdaya maksimal, jika diberi kesempatan, di hari terakhir training yang saya ikuti.

Minggu ini sebenarnya merupakan minggu yang agak melelahkan. Setelah perjalanan panjang keluar kota, jadwal training padat dari Senin hingga Kamis. Puncaknya di hari terakhir, saya harus membuka training seorang diri dengan fisik yang sebenarnya sedang tidak fit.

Allah ternyata baik sekali. Pasca sesi pembukaan yang harus tetap semangat meskipun mulai kelelahan, saya memperhatikan ada yang menarik dari salah satu peserta. Saat berdiri lebih dekat, saya baru menyadari bahwa peserta ini sepertinya merupakan penyandang Cerebral Palsy. Butuh usaha lebih baginya untuk menyampaikan pendapatnya atau mengajukan pertanyaan, agar lebih mudah dipahami.

Namun disinilah luar biasanya, saya tidak melihat perasaan minder di diri peserta ini. Dia terlihat sangat antusias, meskipun materi presentasi pastilah bukan materi yang mudah bagi individu dengan keterbatasan gerak seperti ini.

Dia aktif bertanya, pertanyaan yang diajukan pun sangat baik. Dia juga berani praktik di depan kelas, ketika trainer meminta peserta melakukan mini praktik materi presentasi mereka.

Puncaknya pada penampilan akhir, peserta ini mengajukan diri untuk tampil, bersama 2 teman lainnya. Mereka berkompetisi menampilkan materi presentasi yang sudah dirancang, dengan sebaik-baiknya. Di akhir sesi, dia berhasil keluar sebagai pemenangnya. Sungguh luar biasa, untuk individu yang bahkan utk berbicara saja harus berusaha lebih keras dibanding orang lain.

Dia mampu memukau audiens dengan susunan kalimat yang baik dan juga materi yang sistematis. Materinya mudah dipahami dan pesan yang disampaikan mudah diingat, bahkan setelah presentasi berakhir. Buat saya, dia menjadi sumber inspirasi baru. Seorang individu berkebutuhan khusus dapat berkembang maksimal, jika kita memberinya kesempatan. Bahkan presentasinya bisa mengalahkan kita yang tidak memiliki keterbatasan. Betapa usaha keras dan keceriaannya mampu membuat dia tampil memukau orang lain.

Saya benar-benar terharu melihatnya. Semoga makin banyak perusahaan dan lingkungan di luar sana, memberikan kesempatan pada individu berkebutuhan khusus ini untuk berkembang. Terimakasih BTPN Syariah untuk pelajaran berharga akan kesetaraan, memberi kesempatan, bagi individu berkebutuhan khusus ini.

I am very proud of you.

Similar Posts

  • | | |

    TENTANG INGATAN

    Libur awal tahun ini kami manfaatkan dengan camping di suatu tempat yang pernah kami kunjungi sebelumnya. Sebuah area camping di kaki gunung salak, tidak jauh dari kawasan objek wisata Curug nangka. Ingatan saya tentang tempat ini adalah ingatan yang romantis dan menyenangkan. Area camping yang hijau dan luas, aneka tanaman dan pepohonan di sekitarnya, udara…

  • ORANG-ORANG SUCI

    Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah postingan di IG, tentang kisah seorang Nenek/Mbah yang mengetuk hati saya. Beliau ini tuna netra, sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan tempe di pasar. Dari hasil berjualannya ini, beliau setiap hari hanya mengambil 50 ribu rupiah, dan sisanya disedekahkan ke masjid. Berapapun hasil yang beliau peroleh hari itu. Pernah suatu…

  • | |

    KETIKA DOAMU TAK DIJAWAB-NYA

    “Kenapa hidup saya rasanya makin berantakan setelah saya rajin ibadah?”“Kenapa doa-doa saya nggak pernah dibalas? Percuma saja rasanya berdoa.”“Kemana Tuhan? Rasanya nggak pernah ada saat saya kesulitan, padahal saya sudah berdoa.” Pernah mendengar protes semacam ini, atau malah mengalaminya sendiri? Saya pernah. Sekitar 10–12 tahun lalu, ketika saya dihantam badai hidup yang menghancurkan banyak hal….

  • | |

    MENIKAH DAN SETENGAH AGAMA

    “Pernikahan sejatinya adalah untuk mengasah aspek batin. Karena itu (dia) disebut ‘setengah agama’.” Kata-kata ini muncul kembali dari postingan saya beberapa tahun lalu di FB dan membuat saya teringat satu pertanyaan yang diajukan seorang teman dulu, ‘kenapa menikah disebut setengah agama?’ Banyak orang berpikir, – saya dulu juga begitu-, pernikahan semata-mata urusan cinta. Aku cinta…

  • PARA PENCARI

    Seorang teman bercerita bahwa pada suatu waktu, dia pernah merasa sangat merinding mendengarkan seorang artis bernyanyi di panggung. Perasaan ini jarang sekali dia rasakan, jika menyaksikan suatu pertunjukan. Padahal jika dilihat lahiriahnya, tampilan musisi ini jauh dari kata syar’i. Sahabat ini kemudian bertanya pada sang artis/musisi, apa gerangan yang membuat dia merasa pertunjukan sang artis…

  • | |

    CERITA KITA

    Cerita kita singkat saja, Sayang Tak lebih dari dua kepalan. Saat kau asyik menghitung ruasnya, Tak terasa kita tiba di tepian. Cerita kita singkat saja, Sayang Hanya dua kali kedatangan Tuan. Saat kelahiran dan kematian, Diantaranya kita berkelindan dalam kehidupan. Cerita kita singkat saja, Sayang. Cepatlah berbenah, Sebentar lagi waktunya pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *