SYUKUR

Belakangan ini kantor saya sedang membuka lowongan utk dua posisi full time. Kami memutuskan utk menggunakan salah satu situs lowongan kerja, agar mendapatkan lebih banyak kandidat utk dipilih.

Beberapa hari setelah lowongan dipasang, saya dan teman di kantor, yang bertanggung jawab terhadap proses rekrutmen ini, mengecek iklan yang kami pasang. Kami kaget mendapati salah satu posisi yang kami buka, dilamar oleh lebih dari 2000an orang hanya dalam waktu beberapa hari. Angka ini bertambah seribu di dua hari berikutnya, dan akan terus bertambah mengingat iklan ini baru dipasang satu Minggu.

Sepertinya kehidupan ekonomi memang sedang tidak baik-baik saja. Di titik ini saya merasa, kita yang sudah memiliki pekerjaan, masih bisa ini itu, sangat wajib utk bersyukur. Pekerjaan yang mungkin membosankan, lingkungan kerja yang mungkin kadang terasa menyebalkan, pendapatan yang habis utk kebutuhan sehari-hari, anggap saja bumbu-bumbu kehidupan. Di luar sana banyak sekali orang yang ingin ada di posisi kita sekarang.

Tidak ada pekerjaan yang sempurna, sama seperti tidak ada kehidupan yang sempurna. Semoga keterbatasan dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari, bisa membuat kita semakin dekat dan tidak kufur padaNya.

Similar Posts

  • |

    LAPANG

    Ada masa-masa dimana keuangan saya lebih leluasa. Saya bisa bebas membelanjakan uang sesuai keinginan tanpa banyak kekhawatiran. Kemudian Allah menyempitkan kondisi ini, sehingga saya harus mengatur ulang prioritas dalam keuangan dan mengeluarkan uang dengan lebih berhati-hati. Awal disempitkan saya sempat sedih dan cenderung terbebani. Pendapatan yang berkurang, namun pengeluaran nyaris sama saja atau bahkan bertambah….

  • | |

    TENTANG KEMATIAN

    What is your biggest fear in life? For me, it is DEATH. Topik tentang kematian bagi sebagian orang bukanlah hal yang menyenangkan untuk dibahas. Begitu juga bagi saya. Ia terasa begitu abu-abu, kelam, dan sulit dipahami. Sebagian besar orang mungkin akan menghindar untuk membahasnya—sama seperti saya dulu. Sayangnya, satu-satunya hal yang paling pasti dalam hidup…

  • | | |

    Yang Tumbuh Bukan Hanya Tanamannya

    Kala melihat tanaman mulai berbunga, daun hijau bermekaran dan lembaran warna-warni yang segar pagi ini, saya seperti melihat kembali perjalanan saya dalam mencoba mengenal diri terutama terkait identitas keperempuanan saya. Dulu, saya bukanlah pencinta tanaman. Saya senang suasana hijau di rumah, tapi cenderung menyerahkan pengelolaannya pada orang lain. Ditambah lagi isu sensori pada indra taktil/peraba,…

  • |

    HIROSHIMA

    Sebuah kota selalu membawa cerita. Kisah tentang Hiroshima adalah kisah tentang kehancuran dan kebangkitan kembali. Mengubah tragedi menjadi kekuatan, lewat doa dan pengampunan. Tentu bukan suatu kebetulan kota ini dipilih Tuhan untuk tempatmu tinggal. Tidak ada yang acak dalam hidup ini. Lanjutkan hidupmu dalam kedamaian pengampunan dan penerimaan masa lalu. Tumbuh menjadi manusia yang lebih…

  • |

    HARUS

    Beberapa hari yang lalu saat sedang mempersiapkan diri ke kelas yoga, saya tiba-tiba sadar tidak menyiapkannya dengan hati riang. Rasanya lebih ke arah terpaksa karena ‘harus’. Saya harus yoga, harus berenang, harus olahraga, agar badan saya tetap fit atau tidak memburuk kondisinya. Harus harus harus. Saya kemudian bertanya-tanya kalau olahraga tanpa senang hati begini, kira-kira…

  • | | |

    Induk Gajah, Pengasuhan, dan Refleksi Diri

    Libur lebaran lalu saya menyempatkan diri menonton drama series Induk Gajah, rekomendasi dari seorang teman. Cerita hubungan ibu dan anak dengan latar belakang budaya Batak dan dibumbui percintaan hasil perjodohan. Drama komedi yang lucu, menarik dan sepertinya juga cukup hits saat ini. Satu hal yang menarik yang tertangkap oleh saya adalah karakter Marsel, yang diperankan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *