| | |

TENTANG MEMBACA

Belakangan ini saya sedang mencoba ‘membaca’ kecenderungan saya membaca.

Dulu saya senang sekali membaca novel. Satu pekan bisa habis satu novel. Kalau beli buku, yang dibeli novel. Jaman mahasiswa, berkunjung ke rumah Amalia Yunus macam ke surga dunia. Novelnya banyak, bisa baca di tempat, bisa pinjam, sepuas-puasnya. Ikut antrian baca novel Harry Potter yang sedang booming, tanpa harus beli. Thanks Mel 😁.

Belakangan minat saya ini memudar. Rasanya kok jenuh ya baca novel. Kok mulai merasa ada yang kurang pas. Saya kemudian beralih ke buku-buku pengembangan diri, termasuk juga buku-buku psikologi terkait pengasuhan, hubungan, dll.

Lalu kemudian mulai merasa sepertinya bukan ini juga kebutuhan saya saat ini. Masih ada yang kurang. Belakangan mulai belajar kajian Al-Quran dan Serambi Suluk dari Mursyid kami, satu dua lembar halaman per hari. Rasanya segar sekali setiap kali selesai membacanya. Meskipun pelan-pelan dan perlahan karena ‘berat’ muatannya. Tapi jiwa saya bahagia.

Lalu pelan-pelan juga ditarik untuk mulai membaca buku-buku tasawuf dan agama yang sudah saya kumpulkan sejak lama, yang dulu kalah saing sama novel atau buku lain yang saya beli.

Semoga ini tanda bahwa jiwa saya bertumbuh dan dia menginginkan lebih.

Amin ya Rabbal ‘alamin.

Similar Posts

  • |

    HARUS

    Beberapa hari yang lalu saat sedang mempersiapkan diri ke kelas yoga, saya tiba-tiba sadar tidak menyiapkannya dengan hati riang. Rasanya lebih ke arah terpaksa karena ‘harus’. Saya harus yoga, harus berenang, harus olahraga, agar badan saya tetap fit atau tidak memburuk kondisinya. Harus harus harus. Saya kemudian bertanya-tanya kalau olahraga tanpa senang hati begini, kira-kira…

  • CINTA

    Kata-kata paling romantis yang saya dengar belakangan ini adalah: “ketika kamu sedang mengingat Allah, maka sesungguhnya Dia pun sedang ingat kepadamu.” Tidak ada cinta yang bertepuk sebelah tangan dan tak berbalas, bila bersamaNya. Indah bukan?

  • | |

    JAMA’AH

    Domba yang sendirian akan lebih mudah diterkam serigala. Perumpamaan ini sering saya dengar dahulu, untuk menggambarkan pentingnya berada dalam sebuah jama’ah dalam beragama. Dahulu, saya yang cenderung didorong oleh motivasi internal dalam melakukan banyak hal, sering merasa kurang setuju dengan pernyataan ini. Buat saya waktu itu, kalau mau beribadah (dalam arti ritual syariat, berbuat baik)…

  • | |

    BANDUNG

    Bandung buat saya istimewa. Dia adalah penanda titik titik perjalanan. Dua puluh tujuh tahun yang lalu, saya mengunjunginya pertama kali. Bersama beberapa orang sahabat putih abu-abu, menempuh lebih dari 24 jam perjalanan dari Bengkulu. Selepas ujian akhir nasional, sebelum kemudian memulai cerita hidup di Ibukota sekitarnya. Belajar hidup mandiri, terpisah jauh dari orang tua, sebulan…

  • |

    BELAJAR LAGI

    Alhamdulillah setelah bolak balik mendaftar ke program ini dan belum bisa dibuka karena kuota-nya belum mencukupi, akhirnya bisa ikut programnya juga. Pelatihan dua hari dari ESQ TOT Skema 2: Menyusun Program Pelatihan dan Modul Pembelajaran. Meskipun sudah terjun di bidang ini selama beberapa tahun belakangan, saya tetap merasa perlu membekali diri dengan ilmu formalnya. Kali…

  • |

    Cerita tentang Gym

    Dulu nge-gym itu konotasinya gak terlalu baik di kepala saya. ‘Ngapain sih nge-gym, nanti jadi sokot’ (sokot’=berotot, bahasa Bengkulu), begitu saya berpikir kalau lihat yang nge-gym. Sampai kemudian saya dihadapkan pada kenyataan, meskipun sudah olahraga teratur, otot badan saya cenderung masih lemah, terutama daerah kaki. Saya masih suka lelah jika berjalan jauh, masih gampang sakit…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *