| |

Memaafkan Diri Sendiri

Beberapa hari ini saya menyelesaikan serial baru di Netflix yang sedang booming: Gadis Kretek. Terlepas dari kontroversi tentang serial ini, saya mendapatkan beberapa pelajaran terkait perjalanan hidup manusia, yang menjadi ketertarikan saya belakangan ini.

Series ini mengisahkan tentang kisah cinta Soeraja dan Dasiyah, yang dilatarbelakangi tragedi 65 dan juga perkembangan industri kretek di tanah air. Saya pribadi tidak terlalu suka dengan adegan asap dan rokok di sepanjang series ini, dan juga beberapa adegan vulgar yang tidak tahu kenapa harus selalu jadi bagian dari film ‘bagus’ Indonesia belakangan ini. Padahal tanpa itupun harusnya jalan cerita mengalir cukup kuat dengan sinematografi yang baik.

Salah satu pelajaran yang saya ambil dari series ini adalah bagaimana proses pemaafaan dan pengampunan menjadi hal yang penting untuk kehidupan seseorang. Pemaafan di sini bahkan tidak hanya mengenai orang lain, namun juga diri sendiri.

Memaafkan orang lain sudah banyak yang memahami akan membantu memperbaiki kondisi diri secara keseluruhan. Saya sendiri Alhamdulillah sudah merasakan dampak besarnya pada kehidupan pribadi. Rekonstruksi ulang kehidupan benar-benar terjadi ketika kita benar-benar bisa menerima kesalahan orang lain dan memaafkannya. Seperti hari baru yang dihadirkan di hadapan kita sehingga kita bisa melanjutkan hidup dengan lebih jernih.

Proses memaafkan diri sendiri ternyata juga sama bermanfaatnya. Tidak jarang dalam perjalanan hidup, kita juga melakukan kesalahan yang kita sesali, mungkin hingga menjelang mati, seperti apa yang dialami Mas Soeraja di series ini. Dia bahkan mungkin saja serangkaian tindakan yang kita lakukan dengan niat baik, namun ternyata tindakan tersebut berdampak buruk pada orang lain. Bahkan di film ini Soeraja terkesan menjadi pengkhianat bagi orang yang dia cintai.

Bisa jadi juga tindakan tersebut reaksi buruk kita terhadap suatu peristiwa karena keterbatasan dalam menangani masalah atau konflik. Andai saya gak begini, atau tidak melakukan itu, mungkin tidak akan begitu. Andai saya bisa lebih tenang, lebih bisa memaafkan, lebih mengampuni di awal, mungkin semua ini tidak akan terjadi. Beribu ‘andai’ yang sudah pasti tidak bisa diwujudkan lagi.

Apapun itu memaafkan diri sendiri pun penting dalam melanjutkan hidup. Selama kita hidup harusnya kita bertumbuh. Bertumbuh dari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan, dari pemahaman-pemahaman akan kejadian dan reaksi kita, yang mungkin akan kita sesali kemudian. Pemahaman ini harusnya mengantarkan kita menjadi lebih baik lagi.

Saya teringat pesan seorang teman, ‘kita akan melakukan kesalahan, akan terjatuh, tapi tidak apa-apa, bangkit lagi dan terus berjalan’. Hidup itu tentang berjalan terus hingga terminal penghabisan, sebelum diberangkatkan ke tempat lain. Terima diri kita, utuh, dengan segala lebih dan kurangnya. Ampuni apapun yang kita lakukan di masa lalu, jadikan pelajaran dan terus melangkah maju. Meskipun hanya setapak demi setapak.

Segala peristiwa di dunia ini, yang kita alami, memang dirancang khusus untuk diri kita, agar lebih memahami tentang diri sendiri. Pemahaman terhadap kesalahan dan keterbatasan diri sesungguhnya adalah anugerah luar biasa untuk bertumbuh kembali. Jadi jika kita pernah bersalah, lalu menyesal, bersyukurlah karena kita masih diberi kesempatan memperbaikinya. Setidaknya kita tidak dibiarkan buta dan merasa sempurna, sehingga bahkan tidak memahami dimana letak salah tindakan atau perilaku kita. Menurut saya, justru itulah kemalangan luar biasa, tidak diberi kesempatan bertaubat secara spesifik, sebelum kita kembali.

Similar Posts

  • | | |

    RUANG AMAN

    Apa yang membuat seseorang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik? Menurut saya, salah satunya adalah ruang aman yang disediakan oleh keluarga dan lingkungan untuk mengaktualisasikan diri dan kemampuannya. Ruang aman ini sering terlihat sepele, padahal dalam kenyataan sehari-hari tidak mudah didapatkan. Bahkan, bagi sebagian orang, dia bisa menjadi sebuah kemewahan. Di rumah, ruang aman diciptakan…

  • MINAT BAKAT & HAWA NAFSU

    Membaca apa-apa yang Allah hadirkan dan mudahkan hari ini, adalah langkah awal membaca diri kita. Termasuk di dalamnya keahlian, keterampilan, minat, dan segala peristiwa baik maupun buruk. Terampil dalam suatu hal, kelebihan kita, bakat, apapun namanya, bukan hal yang istimewa. Dia hanyalah alat yang dititipkan Allah utk tugas kita di dunia ini. Mengembangkannya tanpa menunaikan…

  • P3K PSIKOLOGIS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

    Libur lebaran lalu, saat saya mudik ke kampung halaman, salah satu kakak saudara ipar saya tertimpa musibah kecelakaan lalu lintas, yang menyebabkan anaknya yang masih berusia batita harus dirawat di rumah sakit. Saat itu si kakak dari ipar saya ini sedang naik motor dengan dibonceng oleh suaminya yang dikemudikan dengan kecepatan rendah. Tiba-tiba motor mereka…

  • Membaca Ayat-Ayat Allah

    Saat mendengarkan anjuran untuk membaca ayat-ayat Allah, dulu pemahaman saya hanya sebatas membaca apa yang ada di dalam Al-Qur’an. Tidak salah memang, namun karena pemahaman saya terhadap Al-Quran juga cuma segitu-gitunya, anjuran membaca ayat-ayat Nya ini terasa jauh saja dari kehidupan. Sampai kemudian, setelah sekian panjang penjelasan dari Guru saya dan pengalaman hidup, pemahaman baru…

  • TITIK BALIK

    Sekitar tahun 2009/2010 saya merasakan kegalauan yg amat sangat dalam hidup. Perasaan kekosongan yang aneh, di tengah ambisi saya mengejar dunia. Tiba-tiba saja saya merasa lelah, dan bertanya-tanya utk apa semuanya. Saya bekerja mencari uang, ingin punya rumah yg lebih besar, kendaraan yang lebih bagus, menyekolahkan anak di tempat terbaik, dll. Saya bekerja keras di…

  • | |

    BERIMAN PADA YANG GHAIB

    Sandra Dewi, salah satu selebriti tanah air, sedang tertimpa masalah. Suaminya ditengarai terlibat kasus KKN yang menyebabkan kerugian besar pada lingkungan dan negara. Hidupnya yang dahulu penuh puja puji, sekejap berubah menjadi caci maki. Wajah cantik, suami tampan, anak-anak lucu dan cerdas, terkenal dan harta benda melimpah ruah. Banyak yang ingin berada dalam posisinya beberapa…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *