MONCI : SI KUCING SIAM

Namanya Monci, singkatan dari Monkey Cat Indonesia 😆. Dikasih nama begitu karena kelakuannya kayak monyet, lari-lari lompat lompat kesana kemari. Lincah banget lah pokoknya.

Monci lahir dari ibu kucing kampung, yang sepertinya gak murni kucing kampung juga, yang sudah sejak lama tinggal di rumah kami. Sebelum rumah direnovasi dan akhirnya ditempati, sepertinya ibunya si Monci sudah tinggal di sana. Jadilah kemudian dia melahirkan pun di rumah kami.

Awal lahir, bulu si Monci putih bersih. Saya pikir wah ada kucing putih. Semakin besar, warna putihnya tak lagi bersih, ada campuran coklatnya dan di bagian kaki malah lebih gelap. Saya pikir karena awal-awal Monci tidak tinggal di dalam rumah, jadi cenderung kotor. Ketika akhirnya diizinkan untuk tinggal di dalam rumah, Monci akhirnya beberapa kali digrooming, agar warna bulunya lebih bersih. Tapi ya gak ada perubahan, sampai saya pikir groomingnya kurang bersih 😆.

Sampai hari ini si Abang Radja menyampaikan kepada saya bahwa Monci peranakan kucing Siam. Meskipun sempat aneh dengan mata biru-nya, awalnya saya berpikir mungkin mirip saja. Hari ini saya akhirnya browsing lebih jauh tentang kucing Siam dan mendapati cirinya ada di Monci, termasuk warna bulu yang menggelap, mata biru, kelincahan dan sifat manjanya.

Ya ampun Monci, maafin Bunda ya, udah nuduh kamu kotor terus aja, padahal kamu ternyata kucing langka 😆. Gak papalah ya, hitung-hitung terbiasa sama tukang grooming, biar kamu makin keren dan bisa disayang ayah 😘.

Love Love, Monci…

Similar Posts

  • | |

    SEKEJAB MATA

    Sore yang cerah, setelah menyelesaikan latihan terakhir bersama PT, aku duduk sejenak di depan tempat gym untuk beristirahat. Meskipun lelah, badanku terasa segar, fit, dan sehat sekali. Kondisi yang luar biasa mengingat dua pekan sebelumnya aku bolak balik keluar kota. Perjalanan terakhir malah memakan waktu nyaris 12 jam, karena kota tujuan berjarak kurang lebih 5-6…

  • | |

    MENJADI MUSLIM: ANTARA PRASANGKA, RITUAL DAN CAHAYA

    “Ibuku langsung menelepon dan bertanya dengan cukup keras, apakah aku benar-benar akan ke negara muslim? Negara dengan pelaku teroris di dalamnya?” Teman Radja, yang sedang berlibur ke Indonesia, menceritakan reaksi ibunya sambil tertawa saat ia mengabarkan akan datang ke Indonesia. “Apakah kamu benar-benar akan ke Indonesia? Di sana mungkin suasananya kotor, tidak seperti di sini….

  • DELAY

    Beberapa waktu ini saya sedang sering melakukan perjalanan keluar kota dengan pesawat udara. Perjalanan ke kota yang berbeda-beda ini dalam rangka tugas kantor, dengan menggunakan maskapai yang berbeda-beda. Sekali waktu saya menggunakan B*tik, lalu Sup*rjet dan juga Cityl*nk. Ada satu hal yang saya sadari hampir seragam saat saya menggunakan pesawat udara, yaitu perkara keterlambatan penerbangan….

  • PROSES

    Pernah suatu kali saya merasa kecewa dengan diri saya sendiri karena tidak melakukan apa yang saya yakini. Ada masa-masa saya merasa dipenuhi hawa nafsu, marah pada keadaan, kecewa dan mengeluh dengan banyak hal. Hal ini membuat saya sedih dan merasa putus asa, karena sangat jauh dari gambaran mu’min yang baik, yang saya yakini saat ini….

  • TENTANG THARIQAH

    Dahulu kala, saya bukan org yg memandang tasawuf atau thariqah dengan pandangan positif, krn buruknya informasi ttg thariqah dijejalkan di kepala saya. Hampir sebagian besar menganggap thariqah itu sesat, tidak sesuai dgn ajaran islam, tanpa benar2 pernah mencoba mempelajarinya. Harus diakui, ada thariqah yang melenceng, tdk menjalankan syariat dengan baik, hanya semacam asah aspek batin…

  • | |

    SLOW LIVING

    H+13, dua minggu kurang sehari sudah belajar hidup dengan gerak terbatas. Alhamdulillah sudah bisa sesekali keluar rumah, either ke tempat kerja, RS atau ya keluar sejenak melihat dunia. Kaki masih sedikit bengkak, tapi sejauh ini mulai enak dibawa jalan, meskipun belum bisa lama dan jauh. Gimana rasanya hidup dengan gerak dan ruang terbatas selama nyaris…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *